Tampilkan postingan dengan label yusuf mansyur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yusuf mansyur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

The Joy of Giving

What is the ultimate purpose of life? It's to give. Start giving. See the joy of giving. - Narayanan Krishnan
 
Lahir di Madurai, Tamil Nadu pada tahun 1981. Narayanan Krishnan bekerja sebagai seorang koki dan memenangkan penghargaan kemudian terpilih untuk bekerja di sebuah hotel yang elit di Swiss. Dan sebelum ia berangkat ke Eropa, ia berkunjung ke keluarganya. Pada waktu itulah ia melihat seorang lansia yang kelaparan dan memakan limbah dari kemanusiaannya. Lalu, ia bergegas ke hotel terdekat dan bertanya apa yang mereka punya saat itu, kemudian ia memberikan makanan itu kepada lansia tersebut. Ia berkata, "Percayalah, saya belum pernah melihat orang makan dengan begitu cepat, dan saat ia memakan makanan itu, matanya berkaca-kaca. Itu adalah airmata kebahagiaan."

Pada tahun 2002, Krishnan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Dan ingin melayani tunawisma di Madurai, Tamil Nadu. Pada tahun 2003, ia berhasil mendirikan organisasi non-profitnya yang bernama Akshaya Trust yang membantu untuk memberi makan kepada para tuna wisma dan cacat mental di Madurai. Ia menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam untuk 400 fakir miskin dan lansia. Ia juga membantu mereka menggunting rambut, mencukur dan memandikan dengan tujuan untuk memberikan martabat lebih untuk orang-orang yang dilayaninya.

Ia tidak hanya memasak sendiri, ia juga menghantar dan tidak segan untuk memeluk dan menyuapi mereka yang sangat haus dan lapar akan kasih sayang. Krishnan terpilih menjadi TOP 10 di CNNHeroes 2010.
Ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan. Ia sekarang menjadi pahlawan pun bukan seperti pahlawan yang ada di film-film seperti Superman, atau Spiderman. Ia benar-benar pahlawan yang nyata di dunia. Iatidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan bagi banyak orang. Karena pada awalnya ia berpikir, ia bisa memberikan makan kepada banyak tamu di hotel, masakan ia membiarkan orang-orangnya hidup dalam kelaparan di luar sana ? Ia ingin terus turun ke jalan-jalan dan memberikan makanan kepada mereka yang terlupakan, yang terabaikan, terlebih ia ingin memberikan kasih kepada mereka.
 
Memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi pekerja sosial seperti yang dilakukan oleh Krishnan bukan sesuatu yang mudah. Bahkan sulit sekali untuk di lakukan. Tetapi, Krishnan mengajak kita semua untuk mulai memberi dan rasakan kebahagiaan dengan memberi. Mulailah dari hal yang kecil. Dan mulailah dari lingkungan kita sendiri. Bukan hanya sekadar memberi makanan atau nominal uang, tetapi kasih dan perlakuan yang tulus yang Anda berikan, itu adalah yang terpenting dalam memberi. See and feel the joy of giving.

Krishnan berkata, "Food is one part. Love is another part. So, the food will give them physical nutrition. The love and affection which you show will give them mental nutrition."

sumber : disini

Selasa, 22 Mei 2012

Tangan-tangan Tidak Terlihat

Greeting from Melbourne! Sekarang saya sedang ada di Melbourne dan pengen sharing gimana ceritanya saya bisa sampai di sini. Selain karena “the power of mind setting”, saya bisa sampai disini karena “tangan-tangan tidak terlihat”.
.
Sebenernya saya juga ga tau kenapa memilih Melbourne sebagai kota yang dituju, walaupun yang tinggal di sini kebanyakan bilang kota ini hidupnya cuma sampe jam 5 sore. Dan ternyata emang bener! Tadi sore saya baru aja ke Melbourne Central dan sekitar jam 5an mereka sudah siap-siap mau tutup toko.
.
Jadi begini ceritanya, di kampus saya memang mengharuskan setiap muridnya untuk melakukan internship atau magang. Seperti kebanyakan orang, beberapa bulan kemaren saya mencoba apply ke beberapa perusahaan yang ada di Melbourne. Seperti jalanan yang tidak selalu mulus, begitu juga nasib aplikasi lamaran pekerjaan saya. Ada yang nolak lah, ada yang ga bales lah, dll.
.
Sampai akhirnya ada satu perusahaan yang membalas email saya. Awalnya mereka minta sample kerjaan yang pernah saya buat. Pertamanya agak ga pede gitu buat ngasih, tapi setelah dapet dorongan yang gede banget dari orang-orang terdekat, saya pun memberanikan diri untuk ngasih ke mereka, dan ternyata mereka suka! Senengnya ga kebeli lho, dan dari situ saya belajar banyak dari orang bule yang menghargai hasil karya orang.
.
Setelah saya kirim hasil kerjaan, mereka jadi ngegantung ga jelas gitu. Saya sempet cerita ke kakak, dan dia bilang, “keep positive thinking aja. Berusaha dan berdoa maksimal, hasil akhirnya nanti biar Allah yang atur.” Saya pun juga sudah mengilhami dalam-dalam kata-kata ini. Saya percaya bahwa semua memang sudah ada yang mengatur, yang penting kita berusaha dan berdoa maksimal.
.
Kalo kata Muhammad Assad di blog Notes From Qatar waktu dia ingin mengejar cita-cita, “Kalo emang dibolehin kesana, pasti Allah akan mempermudah segala sesuatunya. Kalo ga dibolehin, coba berdoa lagi ke Allah minta dipikirin lagi karena saya pengen banget kesana.” Agak konyol sih, tapi ya bener juga.
.
Di masa-masa menunggu, saya coba memastikan lagi dengan nanya ke mereka, “Could you be specifically explain me what to do next? So I can meet your expectation. Thank you and look forward to receiving your reply.” Langsung saya pencet SENT!
.
Ditunggu-tunggu mereka balesnya agak lama juga hampir sekitar seminggu. Gila seminggu itu gw deg-degan mampus. Tiap kali buka email takut. Galau. Ah masa-masa itu..
.
Ga disangka, waktu dia bales, dia nanya-nanya detail gitu saya mau tinggal dimana nanti di Melbourne, bisa kerjanya mulai bulan apa, dst. Yak, makin digantung aja saya, soalnya dia ngasih statement yang bilang, “Yes we accept you to work in our company.” Dapet balesan gitu saya jadi rancu, takut disangka kepedean.
.
Saya pun lalu memberanikan diri untuk bertanya, “I just would like to confirm, are you accepting me to work as intern?” dan mereka menjawab, “Yes we are accepting you to do internship here.” Kira-kira seperti ini jawaban mereka.
.
25 March 2011
Dear Jessica,
Liqouid would be pleased to offer you an internship at our design studio in Melbourne during the month of May and June.
Yours sincerely,
Sue Palmer
Director
.
Wowww!! Ga nyangka!! Saya inget banget terima email itu pas lagi di kelas, dan saya pun senyum-senyum sendiri ga jelas hahaha.. Abis itu ada lagi yang bikin saya pusing yaitu soal visa dan segala tetekbengeknya itu. Walaupun rencananya internship 2 bulan, tapi ternyata embassy cuma ngasih sebulan. Yaudah lah gpp juga, yang penting pengalamannya.
.
Inilah ruang kerja saya selama internship di Melbourne.
.

Kalau saya ingat-ingat lagi, banyak cara yang saya lakukan buat sampe ke Melbourne. Believe it or not, ini bukan cara-cara yang ribet tapi sangat simple, yaitu mind setting. Menurut saya ini keren banget, karena setelah ngeliat hasilnya saya bener-bener kaget dan ga percaya! I call this, “The power of mind setting”.
.
Pertama-tama dengan menempel notes kecil di depan meja belajar dengan tulisan “Internship in Australia”. Hal ini untuk memotivasi karena lebih mudah untuk divisiualisasikan. Kedua, sama seperti yang Kak Assad selalu bilang, SEDEKAH. Iseng-iseng saya coba praktekkin.
.
Jadi waktu menunggu jawaban dari perusahaan tempat magang itu, saya pergi ke supermarket, dan ngeliat ada orang jualan tissue gitu di pinggir jalan. Di dompet saya waktu itu cuma ada sekitar S$25 karena ya emang ga rencana mau belanja banyak. Akhirnya saya pake duit untuk belanja S$10 aja dan sisanya saya sedekahin untuk orang yang jualan tissue tadi itu, yang buka lapak di deket MRT (Mass Rapid Transportation).
.
Harga tissuenya sih cuma S$1, tapi saya kasih dia S$15. Sebenernya sih ga seberapa ya cuma S$15 dolar. Cuma karena waktu itu kondisinya duit saya emang tinggal segitunya dan saya bener-bener tulus ngasihnya. Ditambah lagi orang itu sangat terlihat bahagia waktu dapet duit itu. Dia bilang, “Thank you so much, God bless you.” Ahhh.. I suddenly feel so blessed!
.
Setelah ngeliat hasilnya yang sangat luar biasa, saya jadi teringat kata-kata nyokap dan Kak Assad yang selalu nanemin setiap orang untuk bersedekah. Nyokap pernah bilang, “Itulah alasan kenapa orang harus terus berbuat baik. Dengan berbuat baik, maka akan semakin banyak tangan-tangan tidak terlihat yang menolong kita kapanpun dan dimanapun, atau ada aja rezeki yang datang ke kita.”
.
Mungkin bisa dibilang seperti hukum tabur tuai. Contoh misalkan kita nanam jambu, ya pasti tumbuhnya juga jambu kan? Ga mungkin tumbuhnya jadi apel atau manga. Sama saja saat kita menanam kebaikan atau kejahatan, hasilnya akan sama persis dengan apa yang kita tanam. Jadi jangan merasa pernah rugi saat menolong orang lain atau berbuat kebaikan, karena yang akan memetik hasilnya itu kita sendiri.
.
Tenang aja, semua kebaikan kita sudah pasti akan dicatat dan pasti akan dibayar lunas sama Tuhan, dan mungkin saja plus bonus. Akhirnya saya merasa sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan magang di Melbourne. Pengalaman dan gaji yang saya terima jauh banget kalo dibandingkan dengan sedekah saya yang ‘cuma’ S$15. Balasan dari sedekah memang sangat luar biasa!
.
Ini beberapa foto sebelum balik ke Indonesia. Foto pertama di tempat duduk besar bernama The Giant’s Chair. Gede banget emang kursinya.
.
Foto kedua waktu bareng 2 bos saya, mereka ngajak ke salah satu tempat terkenal gitu di Melbourne bernama Great Ocean Road. Kok malah kaya foto Ayah, Ibu dan anak ya? Hehehe…
.
Lastly thanks for sharing many stories about sedekah, Kak. Even though I am not a muslim, but I prove it so many times about the power of sedekah and it works! :) 

Sumber : disini 

Selasa, 15 Mei 2012

Sedekah Mobil Semua Lancar (Pengalaman Anwar Sani)


Tahun 2004 itu saya beringinan memiliki sebuah mobil. Lalu saya pun membayar uang muka, yang hasil dari utang. Dan cicilan mobil, saya minta paling lama. Agar cicilan terbayar, mobil pun saya sewakan. Tapi, cicilan mobil tidak selalu mulus, saya tertatih membayarnya karena penyewa sering telat membayar. Belum lagi, mobil saya pernah hilang selama dua bulan oleh penyewa. Saya dibuat pusing karena cukup berat mencicilnya. Tidak tahan den­gan masalah cicilan, saya sampaikan hal ini kepada ustadz Mansyur. Hasil diskusi, ustadz Masyur bilang, cara saya mencicil itu cara lama. Kalau mau lancar, mobil harus disedekah­kan. Ucapannya tentu bikin saya terkejut. Bagaimana mungkin mobil yang saya cicil dengan susah payah itu disedekahkan? Yang benar saja. Tapi katanya lagi, Allah yang akan membayar. Saya tambah terkejut. Saya tahu konsep sedekah, tapi kan tidak begini-begini amat deh.

Tapi akhirnya mobil saya sede­kahkan jua, ke sebuah pesantren. Itulah sedekah terbesar saya yang pernah saya lakukan. Tapi semenjak itu rezeki saya berkecukupan. Cicilan selalu teratasi dan ada saja jalannya. Yang tidak saya sangka, ada orang Freeport melihat keberhasilan mana­jemen AAPU (Al Azhar Peduli Ummat , red), lalu meminta saya pin­dah ke sana untuk mengelola lem­baga zakat Freeport. Saya ditawari gaji tinggi plus fasilitas memadai. Tapi pengurus AAPU menahan saya dan gaji saya dinaikan 80 persen. Cicilan mobil makin lancer, bahkan saya mendapat mobil dari AAPU.

sumber : internet 


Sabtu, 18 Februari 2012

Sedekah Mengangkat Derajat Kami

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Saya dan istri adalah seorang karyawan / karyawati di perusahaan swasta. Selama 15 tahun bekerja kami selalu kekurangan. tgl 1 gajian tgl 20 sudah tidak punya uang. tadinya saya berpikir dengan istri juga bekerja kehidupan kami akan membaik. Ternyata tidak, hutang kami malah dimana-mana.Di akhir thn 2008 saya mengenal ustad Yusuf Mansyur melalu internet. Saya jalankan semua yang disarankan ustad. Sedekah yang nendang kt ustad mansyur saya praktekan. 1 bulan gaji saya serahkan semua tanpa sepengetahuan istri. Sudah dipastikan tagihan rumah,tagihan motor, tagihan kartu kredit,tagihan pinjaman bank akan menjerit semua karena saya tidak bayarkan.Tapi semua masalah tsb saya serahkan sepenuhnya kpd Allah.

Dalam doa malam saya selalu menangis di hadapan Allah. Ya RABB ..saya serahkan semua hidup dan mati saya dan keluarga. Mudah2an engkau tunjukan kemurahanMU. 1 bulan berlalu blm menampakkan hasil. Saya sempat down memikirkan hal tsb.gaji bulan berikutnyapun habis untuk bayar tagihan yang double. saya kembali nihil (tidak pegang uang). Apa yang bisa saya lakukan dengan kondisi spt ini selain bersimpuh dan berdoa di malam hari. Akhirnya Allah menunjukan kemurahanNYA. Tepat di malam ke 40 saya mendapatkan sms berupa order yang nilainya berpuluh2 kali lipat dari sedekah saya.Akhirnya saya lunasi semua hutang2. Rumah, motor, kartu kredit, pinjaman bank.

Alhamdulillah sekarang genap 2 tahun saya dan sekeluarga menjalani. Simpanan di atm dan perhiasan istri bisa kami punyai. Saya bisa membantu saudara yang kekurangan. Membantu 80 orang anak yatim stp bulannya. juga sedekah harian.

Saya juga menyebarkan keajaiban sedekah ini di kantor. Alhamdulillah setiap pagi di musholla kantor kami banyak yang menjalankan sholat Dhuha. Setiap awal waktu sholat, musholla kami penuh dengan karyawan yang menjalankan sholat. Dan banyak dari mereka yang juga merasakan keajaiban sedekah.


Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein.