Barangsiapa mendirikan karena Allah suatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu, di dalam surga (HR. Bukhari dan Muslim)
Senin, 24 September 2012
Batu Ginjal dan Sedekah
Kamis, 07 Juni 2012
Percaya Janji Allah atau Janji syetan?
sumber : www.pecintasedekah.com
Matematika Allah
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tia Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu.” (Ath Thalaq: 3)
Minggu, 11 Maret 2012
Jadi Qabil atau Habil ?
Salah satu kisah yang sangat monumental dalam kehidupan manusia, sebagaimana direkam oleh QS 5 : 27-30, adalah peristiwa Qabil dan Habil. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Qabil dan Habil adalah putera dari Nabi Adam AS, dan termasuk ke dalam generasi pertama manusia di muka bumi. Pada saat itu, setiap bayi yang lahir dari rahim Siti Hawa selalu kembar sepasang laki-laki dan perempuan. Dengan kondisi tersebut, maka Allah SWT menetapkan ketentuan tentang aturan pernikahan silang. Kakak laki-laki hanya boleh menikahi adik perempuannya, demikian pula sebaliknya. Seseorang tidak boleh menikahi saudara kembarnya.
Singkat cerita, Qabil terlahir dengan memiliki saudara kembar perempuan yang jauh lebih cantik, menurut pandangannya, dibandingkan dengan saudara kembar Habil. Qabil pun berniat untuk melanggar syariat dengan menikahi saudara kembarnya sendiri. Ia pun ‘ngotot’ dengan keinginannya. Akhirnya, Nabi Adam AS mengatakan bahwa untuk menentukan boleh tidaknya keinginan tersebut dilaksanakan, maka ia memerintahkan kedua puteranya untuk mempersembahkan qurban terbaik di hadapan Allah SWT. Allah-lah yang kemudian akan menentukan.
Qabil adalah seorang petani, sementara Habil adalah seorang peternak. Mendengar perintah tersebut, maka Qabil segera mengumpulkan hasil panen dari tanaman yang ia miliki, sedangkan Habil segera mengumpulkan hewan ternaknya untuk dijadikan sebagai qurban. Namun demikian, yang Qabil berikan adalah persembahan terburuk dari hasil panennya. Berbeda dengan saudaranya, yang Habil berikan adalah ternak terbaik dari yang ia miliki. Kemudian, Allah SWT pun menerima persembahan Habil dan menolak persembahan Qabil. Ini juga berarti bahwa keinginan Qabil untuk “merubah” syariat Allah, mendapat penolakan. Dengan emosi yang memuncak, Qabil pun kemudian melakukan pembunuhan pertama dalam sejarah manusia, akibat kekecewaan dan hawa nafsu yang mengendalikannya.
Salah satu pelajaran dari kisah di atas terletak pada penggunaan logika “ekonomi berbagi” yang dipraktekkan Qabil dan Habil. Qabil menggunakan logika ‘sisa’, yang sangat menuhankan kepentingan individu, sedangkan Habil menggunakan logika ‘yang terbaik’. Penggunaan kedua logika ini akan memberikan implikasi berbeda dalam kehidupan kita. Ambil contoh sederhana dalam pengelolaan keuangan rumah tangga kita.
Jika logika Qabil yang dipakai, maka setiap kali mendapat gaji, yang dipikirkan pertama kali adalah memenuhi kebutuhan sendiri dulu, membeli barang yang diinginkan, dan membayar utang (jika ada). Setelah itu baru disedekahkan. Itu pun kalau masih ada sisa.Sebaliknya, dengan menggunakan logika Habil, maka yang akan dipikirkan pertama kali setelah mendapat gaji adalah keluarkan dulu zakatnya, lalu membayar infak dan sedekah, membayar utang (jika ada), dan baru sisanya untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika saja logika Habil yang ditanamkan secara kuat, maka negeri ini insya Allah akan mampu mengatasi problem kemiskinannya. Jadi ingin menjadi siapakah anda saat ini, Qabil atau Habil ?
diambil dari sini setelah disesuaikan
---------------------------------------------------------------------
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.
Sabtu, 25 Februari 2012
5 Manfaat Sedekah Dunia dan Akhirat
Rabu, 22 Februari 2012
Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000.
Uang Rp 1000 & Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak & diedarkan oleh BI. Suatu ketika secara bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar Di masyarakat, 4 bulan kemudian mereka bertemu lg secara tdk sengaja didlm dompet seorang pemuda. Kemudian Di antara kedua uang tsb terjadilah percakapan.
Yg Rp 100.000 bertanya kpd Rp 1000, "Knp badan km begitu lusuk, kotor dan bau amis?"
Rp. 1.000 menjawab, "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung Di tangan orang2 bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis"
Lalu Rp.1000.bertanya balik kpd Rp 100.000, "Knp km kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"
Dijawabnya, "Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik, & beredarnyapun di restoran mahal, di mall & juga hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet"
Lalu Rp 1000 bertanya lagi, "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"
Dijawablah, "Belum pernah"
Rp 1000 pun berkata lagi, "Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1.000, tetapi aku selalu mampir di rumah IBADAH dan di tangan anak anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur dalam hidup ini. Aku tdk dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat" Akhirnya menangislah Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi tdk begitu bermanfaat selama ini.
sumber : http://id-id.facebook.com/pages/Sedekah-Setiap-Hari-Jumat-Rp-10000000/112791978796458
Sabtu, 18 Februari 2012
Sedekah Mengangkat Derajat Kami
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein.
