Tampilkan postingan dengan label sedekah mushola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah mushola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

MENJUAL HARTA UNTUK SEDEKAH, ISTRI SEMBUH DARI PENYAKIT JANTUNG



Pak Arif baru saja membereskan barang-barangnya di kantor. Ketika Pak Arif hendak pulang, tiba-tiba HP-nya bordering. Seorang dokter mengabarkan kalau istrinya sedang kritis di ICU. Tiba-tiba saja, istrinya pingsan di rumah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan awal, istri Pak Arif dinyatakan menderita penyakit jantung yang akut. Kecil kemungkinan istri Pak Arif sembuh. Tentu saja, kabar ini mengejutkan Pak Arif. Dia sedih sekaligus pusing tujuh keliling. 

Di tengah perjalanan pulang ke rumah, Pak Arif teringat kisah kawannya yang bersedekah untuk kesembuhan anaknya yang lumpuh. Kini, anak itu telah kembali sehat dan bisa berjalan lagi.

Setibanya di rumah, Pak Arif cepat-cepat mengumpulkan barang-barang berharganya untuk segera dijual. Setelah itu, Pak Arif, menyedekahkan semua uang hasil penjualan tersebut dengan niat untuk kesembuhan istrinya. Seusai bersedekah, dia kembali ke rumah sakit.

Ketika sampai di rumah sakit, Pak Arif mendapat kabar baik dari dokter yang memeriksa istrinya. Beberapa saat lalu, bertepatan dengan dia bersedekah, istrinya mulai sadar. Kondisi istrinya berangsung-angsur membaik hingga bisa dipindahkan ke ruang pasien. Setelah beberapa hari, istri Pak Arif sudah diijinkan pulang dan dinyatakan sembuh total. Subhanallah, walhamdulillah walailahailallah allahuakbar …. 

Sumber : buku Kehebatan Sedekah  : Kisah-kisah Seru Tentang Kedermawanan dan Kemurahan Hati karya Fuad Abdurrahman hal 125-126

Senin, 06 Agustus 2012

Paling Paling

Oleh : Anwar Sani 

Kalau kata orang Betawi, Carlos Slim Helu paling-paling dah. Bagaimana tidak. Dalam tiga tahun terakhir berturut-turut, pengusaha Meksiko ini selalu jadi orang paling kaya di dunia versi Majalah Forbes (9/3/2012). Tahun ini, harta kekayaannya mencapai $69 miliar. Jurnlah in! setara dengan Rp 627,84 Triliun atau sepertiga jumlah utang luar negeri Indonesia.

Selain itu, Helu juga dinobatkan sebagai orang paling dermawan di dunia. Tahun ini, meski hartanya berkurang $5 miliar daripada tahun lalu akibat turunnya harga saham raksasa telekomunikasi America Movil miliknya, tetap saja Helu menyumbangkan 90% kekayaannya melalui Yayasan Carlos Slim dan Yayasan Telmex.



Li Ka-Shingjuga orang yang paling-paling. Masih menurut Forbes, dia orang Asia pating kaya pada tahun 2012. Bahkan pengusaha Hongkong ini terrnasuk dalam jajaran 10 orang paling kaya di dunia dengan total kekayaan US$ 25,5 miliar dan memiliki 270.000 orang tenaga kerja yang tersebar di 53 negara.

Dia pun orang paling dermawan di Asia. Melalui Li Ka-Shing Foundation, CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampoa Limited ini menyumbangkan lebih dari US$ 1,6 miliar untuk mengembangkan pendidikan dan penelitian medis.

Joe Vitale, penulis spiritual marketing, menyimpulan bahwa semakin kita rela dan banyak bersedekah, semakin banyak pula yang kita dapatkan. Lihatlah, selalu saja orang-orang paling dermawan di dunia, juga adalah yang paling kaya di dunia.

Majalah Fortune pernah merilis daftar manusia paling tajir di muka burni pada 2007, berturut-turut adalah : Carlos Slim Helu dengan kekayaan 60 Milyar USD,William Henry Gates III alias Bill Gates dengan : 58 milyar USD, dan Warren Buffet dengan 42 Milyar . Ternyata, di tahun yang sama mereka bertiga pula manusia yang paling banyak berderma.



Itu bukan kebetulan. Benar, para rnilyuner kelas dunia itu telah bekerja keras untuk mendapatkan rejekinya di dunia.Tapi sebagian dari sukses besar mereka juga merupakan feed back dari derma mereka yang sangat besar. Sebab, Allah adalah Ar-Rahman, yaitu Yang Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk (Tafsir Basmalah dalam Kitab Tafsir ibnu Jarir Ath-Thabari).

Sifat Allah SWT itu diakui Joe Vitale. Dla bilang, 'To give in order to get" adalah suatu hukum universal (sunatullah sosial) seperti yang terangkum dalam bukunya The Greatest Money-Making Secret secret in  History!

Kita bersyukur, yang paling dermawan dari berbagai umat beragarna di dunia, tetaplah kaum muslimin. Hasil survei The CNN Wire, London, pada 20 Juli 2011, menyebutkan, di antara berbagai agama, umat Islam memiliki persentasi kedermawanan tertinggi yakni 61 persen. Sedangkan Kristiani 24 persen, Budha 20 persen, dan Hindu 33 persen.

Lebih bersyukur lagi, di antara Negeri Muslim, Indonesia meraih kedermawanan dengan motivasi agama tertinggi. Sebanyak 91 persen Muslim Indonesia paling dermawan dibanding Arab Saudi 71 persen dan Turki yang hanya 33 persen.

Hasil itu tidak mengherankan, karena penelitian sebelumnya sudah menyatakan bahwa Bangsa Indonesia yang mayoritas (88,2%) Muslim adaiah bangsa paling gemar bersedekah dalam bentuk senyum. Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad SAW: "Senyummu kepada saudaramu adaiah sedekah" (HR Imam Tirmidzi).

Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009 yang dilansir AB Better Business yang berbasis di Swedia, Indonesia adaiah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%.

Tapi, senyuman saja tidak mengenyangkan tetangga yang kelaparan. Padahal, pesan Nabi SAW, laisal mu'minu billadzii yasyba'u wajaaruhu ja'al 'uniloa dzanbihii. "Bukanlah berlman orang yang kenyang perutnya, sedangkan tetangganya kelaparan hingga tampak tulang rusuknya" (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra).

Karena itu, kita wabil khusus para pengusaha Muslim, harus iri pada prestasi kedermawanan orang-orang seperti Carlos Helu dan Ka-Shing. Kata Rasulullah, "Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu orang yang Allah berikan harta lalu ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu lalu ia mengajarkannya kepada orang lain" (HR Muslim dari Ibnu Mas'ud ra).

Maka marilah kita panjatkan Al Fatihah untuk para pengusaha dermawan Indonesia seperti Sandiaga Salahuddin Uno (Saratoga Capital), A Pramono (Ayam Bakar Mas Mono), Jody Broto Suseno (Waroeng Steak), Supriyanto (Sanaya Cake&Bakery), dan lain-lain. Semoga kelak mereka termasuk dalam jajaran orang yang paling-paling dah.

Sumber : DAQU Edisi 002 - tahun V - Mei 2012/Jumadil Akhir 1433 H 

Selasa, 19 Juni 2012

Sedekah Indah Seorang Dokter


Di satu tempat di Jakarta ada rumah yang bisa dibilang cukup mewah. Rumah itu adalah kediaman keluarga dr. Juni Tjahjati. Selain sebagai tempat tinggal, rumah itu sehari-hari dipakai Juni sebagai tempat praktek. Banyak pasien berobat setiap hari ke sana yang kadang membuat tukang parkir harus ekstra keras mengatur kendaraan.

Jika kita berdiri tepat menghadap rumah itu dari seberang jalan tampaklah dua buah hiasan berbentuk pagar kecil bersusun di atap rumah. Di bagian tengah pagar besi yang tidak memagari apapun itu terpampang lambang cinta berbentuk hati dicat warna emas. Lambang itu seperti ingin berkata bahwa semua aktivitas dalam rumah dan tempat praktek itu didasari oleh cinta.

Tanpa ragu, dokter itu membantu tetangganya yang dioperasi di rumah sakit. Semua biaya ia tanggung. Hidupnya pun tampak berkah dan berlimpah rezeki.

Beberapa tahun lalu, seorang laki-laki bernama Mustofa datang ke rumah itu. Ia menggigil kedinginan. Ia baru pulang dari Bogor, memenuhi undangan kawannya untuk memancing. Sebuah kecelakaan kecil terjadi: kakinya tertusuk bambu. Mustofa adalah tetangga Juni, sehari-hari berjualan es jus sambil menjadi tukang parkir di tempat praktek itu. Seorang dokter menanganinya dengan memeriksa dan memberi obat.
“Waktu itu dokter Juni sedang keluar negeri,” ujar Mustofa.

Pengobatan diberikan kepada Mustofa secara cuma-cuma. Ia dapat kembali pulang dengan tenang. Tapi seminggu kemudian ia kembali datang karena ia mulai merasakan sakit yang lebih parah. Mustofa sulit menggerakkan mulut dan menelan makanan. Juni yang sudah pulang langsung memberi pertolongan. Bapak empat anak itu disuntik dua kali, diberi obat dan disuruh balik lagi beberapa hari kemudian. Menyadari kemungkinan Mustofa menderita tetanus, Juni melakukan operasi kecil, mengeluarkan potongan bambu kecil yang tertanam di kaki Mustofa.

Tapi beberapa hari kemudian, Mustofa semakin parah karena racun tetanus ternyata sudah menjalar ke tubuhnya menginfeksi syaraf dan ototnya hingga kaku dan tak bisa digerakkan. Juni kemudian bertindak cepat dengan membawa Mustofa ke rumah sakit agar bisa dirawat dengan fasilitas lebih memadai. Ia tak bisa mengiringi tetangganya itu tapi mengontak teman-temannya yang ada di rumah sakit agar Mustofa ditangani dengan baik.

“Jangan ditinggal sebelum Pak Mus dapat ruang inap dan ditangani dokter,” ujar Juni kepada supirnya yang mengantar.

Mobil pun melaju ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo) Jakarta. Di RSCM ada suami Juni, dr. Ismail, seorang ahli Ortopedi, yang sehari-hari berpraktek dan mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tapi, ternyata., RSCM tak ada ruangan kosong. Mustofa lalu dilarikan ke RS Persahabatan. Kembali tak ada ruang kosong. Ismail lalu mengontak koleganya di RS Fatmawati. Ada ruang kosong di rumah sakit itu. Mustofa langsung dibawa ke sana.

“Sampai di sana, saya langsung disambut dokter dengan hormat. Sepertinya dokter itu teman baik dr. Juni atau suaminya, dr. Ismail,” ujar Mustofa mengenang.

Sampai di Fatmawati Mustofa tak sadarkan diri. Ia dirawat berhari-hari di sana sampai kesadarannya pulih. Dalam sakitnya itu, Mustofa ditunggui oleh istrinya.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, datanglah lembar tagihan berobat. Mustofa dan istrinya terkaget-kaget,  karena di situ tertera angka 13 juta rupiah. Tentu saja ia tak memiliki uang sebesar itu apalagi ia belum pulih benar. Perlu beberapa hari lagi untuk menginap agar ia bisa pulih sampai sediakala.

Tapi, rupanya, kecemasan itu hanya terjadi sesaat saja, sebab rupanya dr. Juni sudah menangung biaya berobat Mustofa. Tak terbilang rasa terima kasih Mustofa dan istrinya. Apalagi Juni juga turut menjenguk Mustofa dan bahkan memberi istri Mustofa uang untuk pegangan selama menunggui suaminya dirawat.

“Saya tak punya uang sepeser pun. Semua biaya ditanggung dokter Juni. Saya tak tahu berapa jumlah pastinya. Tapi kira-kira 20 juta rupiah,” ujar Mustofa mengenang sambil terharu.     

Mustofa sampai tak habis pikir kenapa ada orang sebaik itu. Ia hanya tetangga dan bukan saudara. Bisa dikatakan ia juga hidup dari dr. Juni karena ia berjualan es di depan Praktek dr.Juni, selain memarkir kendaraan. Ia tak dimintai uang sedikit pun berjualan di depan tempat praktek itu seperti yang lazim terjadi. Bahkan ia juga tak dimintai uang listrik, padahal sehari-hari ia memakai listrik untuk blender es jus.   
             
Saat anak nomor tiganya menderita kecelakaan, kembali Juni dengan ringan membantu Mustofa. Waktu itu, anak Mustofa tertabrak kendaraan bermotor dan kakinya patah. Kaki  anak berusia 6 tahun itu diberi pen yang diukur sendiri oleh suami dr. Juni. Kembali Mustofa tak membayar sepeserpun biaya pengobatan itu karena semua ditanggung dr. Juni.

Berkah Sedekah
Sekalipun menolak untuk membeberkan lebih lanjut, sedekah memang merupakan amal yang masyhur dilakukan Juni. Ini diakui pula oleh para warga di sekitar rumahnya. Tangannya begitu ringan menolong. Kadang ada kaum dhuafa yang berobat dengan membayar semampunya atau gratis sama-sekali. Jika melihat kehidupan Juni yang dilimpahi rezeki benarlah ungkapan al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 256 yang menyebut bahwa

“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” 

Tempat prakteknya tampak ramai, membuat rezekinya seakan tidak pernah putus. Pasien yang berobat di sana juga sangat senang karena diobati dengan penuh perhatian. Selain itu, Juni juga memiliki beberapa kendaraan dan perusahaan yang ia kelola di bidang kesehatan, makanan, laboratorium, penyewaan gedung, perawatan kecantikan, dan lain sebagainya. Dahulu, sebelum meraih semuanya, Juni malah hidup sederhana; berbisnis salon dan membuka toko sepatu karena ia merasa tak patut mencari uang berlebih dari pengabdiannya sebagai dokter.              

Satu hal yang patut dicontoh adalah Juni tampak enggan untuk menceritakan itu semua. Baginya itu hal biasa saja. “Kebetulan saya bisa membantu, ya saya bantu,” ujarnya.

Saat masih menjadi dokter puskesmas di daearah Jawa Timur tahun 90-an, Juni juga sudah sering bersedekah. Ia bahkan pernah mengobati pasien yang memerlukan transfusi darah dengan mengambil darahnya sendiri. Lagi-lagi jika ada pasien yang tak mampu dan perlu dirujuk ke rumah sakit, ia bersedia mengantarkan dengan menggunakan biaya akomodasi dari dirinya sendiri.

Menolong sepertinya sudah menjadi etika utama dokter ini. Semua hal dikebelakangkan dan keselamatan pasienlah yang diutamakan.   

“Ada perasaan lega dan senang jika pasien yang kita tolong bisa selamat, dan bisa berbagi itu merupakan satu kenikmatan sendiri,” ujar Juni.

Tak hanya itu, Juni juga kerap mengalamatkan sedekah pada pembangunan masjid. Beberapa masjid sudah ia sumbang. Ada di antaranya yang dibangun bagi kaum pinggiran di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Tapi itu tak berlaku jika melihat kehidupan dr. Juni. Rezeki seperti mengalir deras padanya, dari berbagai jalan, karena setiap rezeki yang ia dapatkan juga ia sedekahkan kemana-mana.  

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Demikian Allah berkata dalam firman-Nya.

Jadi, sebetulnya, setiap harta yang kita sedekahkan justru akan kembali dengan berlipat ganda. Satu dikurang satu sama dengan sepuluh, bukan nol. Itulah rumus sedekah. Dengan memberi, seseorang akan mendapatkan lebih banyak, tidak berkurang atau habis.

Sumber : disini 


Kamis, 07 Juni 2012

Percaya Janji Allah atau Janji syetan?


sedekah“Saya nggak pernah mau memberi pinjaman kalau ada yang datang berhutang..” kata guru saya. Menurutnya, kalau dia meminjamkan uang, bisa jadi uang itu tidak pernah dikembalikan lagi kepadanya. Kalaupun misalnya dikembalikan, tetap saja uang kembali itu hanya sejumlah uang yang dia pinjamkan.

“Beda dengan sedekah. Kalau saya memberi sedekah, minimal akan dikembalikan 10x lipat, dan itu sudah dijanjikan Tuhan dalam Kitab Suci. Jadi daripada dia minjam sama saya, lebih baik saya beri saja dia uang sesuai kebutuhannya dan saya anggap sedekah saja” sambungnya enteng.

Saya hanya bisa tertawa geli mendengar alasannya.. Sekilas seperti bercanda. Tapi saya tahu betul karakter guru saya itu. Dia memang gemar memberi sedekah.. Bahkan dia punya cita- cita memberangkatkan orang lain pergi berhaji sebanyak 100 orang, dan sebagiannya sudah berhasil dia berangkatkan.

Begitulah, kalau sifat dermawan sudah menjadi karakter atau kebiasaan… Buat kita yang baru- baru belajar sedekah, pasti deh banyak mikirnya.. Mau sedekah yang agak gede aja pakai mikir berulang kali.. Trus saking kebanyakan mikirnya, sedekahnya nggak jadi.
Hal lain yang membuat kita berat untuk bersedekah itu selaras dengan keyakinan kita akan janji-Nya. Coba kita perhatikan poin dibawah ini.
- Tuhan berjanji ; “Menikahlah! jika miskin, Aku yang akan mengayakan”.. Yakinkah kita? Kalau yakin, pasti kita buru- buru nikah
- Tuhan berjanji ; “Sedekahlah (beri nafkahlah) maka Aku akan memberi nafkah kepadamu.” Yakinkah kita? Kalau yakin, pasti kita buru- buru sedekah
Mari sejenak kita renungkan dari ayat ini kenapa kita masih kikir?
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. ( Al Baqarah 267- 268)
Jadi, kita percaya janji Allah atau janji syaitan? :D

sumber : www.pecintasedekah.com

Matematika Allah


 http://duels.cz/galerie/matematika.jpg

Saat sedang menjalankan tugas negara (begitulah kelakar saya ketika menunaikan tugas kemanusiaan), saya berkesempatan berdiskusi dengan salah satu staf yang menjadi bagian dari tim yang berangkat kali ini.  Sambil meminggirkan mobil, menyeruput es cendol, ditemani semilir angin sawah, saya iseng bertanya, “Agus, saya dengar anda kuliah S-2?” “Iya mas, alhamdulillah satu semester lag,i” jawab agus. “Wah mantap, beasiswa ya?” saya terus menimpali. “Gak mas, biaya sendiri. Walaupun gaji saya habis 70%-nya untuk kuliah, tapi saya percaya matematika Allah karena niat saya meningkatkan kualitas dan menghidupi keluarga pasti akan dibantu oleh yang Maha Kaya,” demikian agus berseloroh meyakinkan saya.

Setiba di rumah malam hari, saya masih merenungi ungkapan tegas rekan saya ini tentang matematika Allah dan kembali ke ingatan saya 5 tahun lalu saat saya iseng menyapa office boy di kantor saya yang baru seminggu menikah.  Usia Jono –demikian saya memanggilnya – baru 19 tahun, menghidupi 2 adik yang masih SMP dan seorang nenek. Ibunya sudah meninggal dan bapaknya entah ke mana pergi. Jono menikahi tetangganya yg berusia 18 tahun. Saat saya tanya kok berani, dia menjawab santai “kan ada Allah yang menjamin hidup saya”.

Hari ini pula saya dipertemukan dengan tukang kerupuk yang tunanetra, Salim yang dengan percaya dirinya berjualan dari gang ke gang, demi menjaga sebuah kemandirian hidup tanpa harus merengek iba kepada setiap orang.  Dari pagi sampai petang bergerilya dibantu tongkat besi yg sudah berkarat, demi sebuah harga diri, dia akan marah bila ada orang yang memberinya uang tapi tidak beli kerupuknya.

“Saya bukan pengemis, saya penjual kerupuk dan saya pantang menerima uang tanpa ada membeli kerupuk saya. Alhamdulillah, dari jualan kerupuk saya bisa ngontrak dan hidupi istri dan anak saya.” Sontak saya bisu sesaat dan emosi saya ada pada titik terendah saat pria ini berhenti bicara.

Saya yakin banyak cerita yang semirip di atas di mana kadang akal kita menangkap ketidakmungkinan seseorang bertahan hidup dengan akses dan kemampuan yang terbatas, logika berfikir kita normatif menyangkal realita yang ada, bahwa seseorang tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar dengan situasi yang kita anggap kurang berpihak kepadanya.

Tapi itulah matematika Allah. Matematika yang sukar dinalar lewat perantara otak manusia. Matematika yang justeru menuntun kita untuk senantiasa menjaga derajat syukur kita di hadapan Allah dan mengusik mental kemandirian kita untuk tetap konsisten, optimis dalam menjalankan hidup.  Agus, Jono dan Salim adalah representasi matematika Allah yang harusnya menuntun kita menjadi pribadi yang bertakwa, bersyukur dan optimis dalam meraih kesuksesan dunia akhirat.  Allah jamin rizki hambanya.  … Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (at Thalaq : 3).

Allah berfirman,
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tia Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu.” (Ath Thalaq: 3)

sumber : disini 

Selasa, 29 Mei 2012

Menolonglah Jika Ingin Ditolong

Di momen tahun baru ini, saya teringat setahun yang lalu saat hari-hari menjelang tahun baru 2011.  Saat itu saya yang kuliah di UGM menghabiskan waktu minggu tenang di rumah saya di Bogor, Jawa Barat. Setelah empat hari di rumah, saya berencana kembali lagi ke Jogja pada 1 Januari 2011 karena pada tanggal 3 Januari UAS akan dimulai.
.
Dua hari sebelum pulang ke Jogja, saya berencana membeli tiket kereta api untuk ke Jogjakarta. Sebenarnya saya ingin membeli tiket tersebut di agen travel, tetapi karena sedang ada gangguan system, maka saya harus langsung membeli tiket di Gambir.

Akhirnya, saya memutuskan untuk berangkat ke Gambir dengan menggunakan kereta dari stasiun Bogor. Setelah membeli tiket Pakuan Express, saya harus menunggu sekitar 45 menit sampai kereta diberangkatkan. Saya menunggu di dalam gerbong kereta sambil membaca koran. Tiket kereta saya masukkan ke dalam dompet supaya tidak hilang. Lima menit sebelum kereta diberangkatkan,  saya berniat mempersiapkan tiket kereta, agar ketika ada petugas yang memeriksa, saya tidak perlu repot-repot mencari lagi.
.
Saat itu saya baru sadar bahwa dompet saya tidak ada. Saya ingat betul dompet itu saya letakkan di pangkuan saya,  tetapi setelah mencari hingga ke kolong kursi, dompet tersebut tidak saya temukan. Karena kereta akan segera diberangkatkan, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari kereta. Tepat ketika saya turun dari kereta, pintu kereta ditutup dan kereta langsung berjalan.
.
Saat itu saya langsung menuju ruang informasi untuk meminta petugas mengumumkan berita kehilangan agar bila ada orang yang menemukan dompet saya, bisa langsung menghubungi petugas stasiun kereta api.
.
Saat itu saya bingung karena di dalam dompet saya, selain uang tunai juga berisi surat-surat penting seperti KTP, KTM, SIM, STNK, dan ATM yang tidak mudah dibuat ulang, harus melalui prosedur yang cukup panjang.
.
Setelah mengabarkan ayah saya, beliau bilang akan segera menjemput saya di stasiun. Ketika sedang menunggu ayah saya, tiba-tiba ada seorang ibu dengan tiga orang anaknya yang terlihat kebingungan. Ada dorongan dalam diri saya untuk menghampiri ibu tersebut. Kepada saya, ibu tersebut bercerita bahwa ia baru saja turun dari kereta ekonomi dan tersadar bahwa tas yang dibawanya sudah dirobek orang dan dompet serta handphone ibu ini dicopet. Ia bilang, ia tidak bisa pulang ke rumahnya karena semua uangnya ia taruh di dompet.
.
Saya pun bercerita kepada ibu itu bahwa saya pun baru kehilangan dompet di kereta. Namun,  saya teringat bahwa saya masih menyimpan uang sebesar Rp20.000 di saku celana. Akhirnya saya tanya kepada ibu itu, berapa ongkos untuk pulang ke rumahnya, dan ibu itu bilang sekitar 15.000. Akhirnya saya berikan semua uang saya agar ibu itu dan anak-anaknya bisa pulang ke rumah. Awalnya ibu tersebut menolak, karena berpikir saya juga memerlukan uang itu untuk pulang, namun setelah saya bilang bahwa saya akan dijemput ayah saya, ibu itu pun mau menerima dan ia mendoakan agar dompet saya dapat ditemukan.
.
Dua hari kemudian, ketika saya sudah di Jogjakarta, saya sedang bingung bagaimana saya harus mengurus surat-surat saya yang hilang, terutama STNK, karena menurut kepolisian, saya harus membuat berita kehilangan di koran atau radio terlebih dahulu jika ingin mengurus pergantian STNK. Di tengah-tengah kebingungan tersebut, saya menerima telepon dari ayah saya bahwa ada seseorang yang datang ke rumah (di Bogor) untuk mengembalikan dompet saya yang hilang di stasiun kereta tersebut.
.
Ayah saya bilang, semua surat-surat saya masih lengkap, tidak ada yang hilang satupun. Rasanya saya tidak percaya bahwa saya tidak perlu repot-repot mengurus pergantian surat-surat saya yang hilang yang tentunya akan sangat merepotkan dan memerlukan waktu lama.
.
Tiba-tiba saya teringat ibu yang waktu itu saya tolong di stasiun kereta. Saya ingat bahwa dia mendoakan agar dompet saya dapat ditemukan kembali. Saat itu saya merasakan kebaikan Allah Swt begitu nyata. Karena saya ikhlas membantu ibu yang sedang kesusahan tersebut, dan rela memberikan uang saya yang tersisa agar ibu itu dan anak-anaknya bisa pulang, Allah Swt membalasnya dengan membuat dompet saya kembali dan saya pun tidak perlu repot-repot mengurus pergantian surat-surat yang hilang.
.
Padahal, saat saya menolong ibu itu, saya tidak berpikir sama sekali Allah akan mengganti uang yang saya berikan kepada Ibu itu dengan balasan yang setimpal untuk saya. Saat itu, saya murni hanya ingin membantu ibu itu dan anak-anaknya agar bisa pulang ke rumah. Setelah dompet saya kembali, saya membayangkan apa jadinya bila Allah tidak bermurah hati kepada saya dengan membuat dompet saya kembali.
.
Tentunya saya akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus surat-surat saya yang hilang padahal saat itu saya sedang menjalani UAS. Dan tentunya uang yang saya keluarkan untuk mengurus surat-surat saya yang hilang jumlahnya jauh di atas uang 20.000 yang saya berikan kepada ibu di stasiun itu.
.
Setelah mengalami keajaiban sedekah itu, terkadang “memancing rezeki” dengan bersedekah saya gunakan sebagai salah satu ikhtiar saya untuk mendapatkan sesuatu yang saya inginkan :D 

sumber : disini

Minggu, 27 Mei 2012

The Joy of Giving

What is the ultimate purpose of life? It's to give. Start giving. See the joy of giving. - Narayanan Krishnan
 
Lahir di Madurai, Tamil Nadu pada tahun 1981. Narayanan Krishnan bekerja sebagai seorang koki dan memenangkan penghargaan kemudian terpilih untuk bekerja di sebuah hotel yang elit di Swiss. Dan sebelum ia berangkat ke Eropa, ia berkunjung ke keluarganya. Pada waktu itulah ia melihat seorang lansia yang kelaparan dan memakan limbah dari kemanusiaannya. Lalu, ia bergegas ke hotel terdekat dan bertanya apa yang mereka punya saat itu, kemudian ia memberikan makanan itu kepada lansia tersebut. Ia berkata, "Percayalah, saya belum pernah melihat orang makan dengan begitu cepat, dan saat ia memakan makanan itu, matanya berkaca-kaca. Itu adalah airmata kebahagiaan."

Pada tahun 2002, Krishnan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Dan ingin melayani tunawisma di Madurai, Tamil Nadu. Pada tahun 2003, ia berhasil mendirikan organisasi non-profitnya yang bernama Akshaya Trust yang membantu untuk memberi makan kepada para tuna wisma dan cacat mental di Madurai. Ia menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam untuk 400 fakir miskin dan lansia. Ia juga membantu mereka menggunting rambut, mencukur dan memandikan dengan tujuan untuk memberikan martabat lebih untuk orang-orang yang dilayaninya.

Ia tidak hanya memasak sendiri, ia juga menghantar dan tidak segan untuk memeluk dan menyuapi mereka yang sangat haus dan lapar akan kasih sayang. Krishnan terpilih menjadi TOP 10 di CNNHeroes 2010.
Ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan. Ia sekarang menjadi pahlawan pun bukan seperti pahlawan yang ada di film-film seperti Superman, atau Spiderman. Ia benar-benar pahlawan yang nyata di dunia. Iatidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan bagi banyak orang. Karena pada awalnya ia berpikir, ia bisa memberikan makan kepada banyak tamu di hotel, masakan ia membiarkan orang-orangnya hidup dalam kelaparan di luar sana ? Ia ingin terus turun ke jalan-jalan dan memberikan makanan kepada mereka yang terlupakan, yang terabaikan, terlebih ia ingin memberikan kasih kepada mereka.
 
Memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi pekerja sosial seperti yang dilakukan oleh Krishnan bukan sesuatu yang mudah. Bahkan sulit sekali untuk di lakukan. Tetapi, Krishnan mengajak kita semua untuk mulai memberi dan rasakan kebahagiaan dengan memberi. Mulailah dari hal yang kecil. Dan mulailah dari lingkungan kita sendiri. Bukan hanya sekadar memberi makanan atau nominal uang, tetapi kasih dan perlakuan yang tulus yang Anda berikan, itu adalah yang terpenting dalam memberi. See and feel the joy of giving.

Krishnan berkata, "Food is one part. Love is another part. So, the food will give them physical nutrition. The love and affection which you show will give them mental nutrition."

sumber : disini

Rabu, 09 Mei 2012

#SSS 28 – Multi-level Keberuntungan


#SSS (Sedekah Super Stories) kiriman Hadijah Rima (@HadijahRima / hadijahreema@gmail.com)
.
Jujur aja, aku bukan orang yang rajin bersedekah. Yah, seperti kebanyakan orang lah, biasanya kalo sedekah paling cuma sedikit. Sampai suatu hari saat aku lagi surfing internet ke blog Notes From Qatar punya Ka Assad, ternyata Ka Assad lagi mengajak sedekah buku #NFQ buat Penyala, yang akan dikirim untuk anak-didik Pengajar muda di pelosok Indonesia. Aku pun tertarik, lalu tanya sama ka Assad gimana caranya dan dibalas.
.
Sebenernya setelah itu pun sempat terjadi sedikit pergolakan batin antara iya dan tidak, karena sebelumnya belum pernah aku terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial kayak gitu. Dalam hatiku berbisik, “Sudahlah Rima, Bismillah saja, kamu percaya Allah kan? Hitung-hitung nambah pahala juga.”


.
Akhirnya aku pun transfer ke Ka Assad, ga banyak, tapi termasuk lumayan buat kantong pelajar. Cuma Rp 100 ribu, dan entah kenapa, seperti ada perasaan yang amat puas saat akhirnya aku berhasil melakukannya. FYI, saat aku sedekah itu aku sedang duduk di kelas 9 yang menghadapi UN (Ujian Nasional) SMP. Aku pun berdoa, semoga dengan perantara sedekah itu, aku bisa lulus UN dengan memuaskan. Ga cuma sendiri, aku pun SMS hampir ke semua teman tentang ajakan sedekah Ka Assad itu. Sebenarnya banyak yang ngerespons, tapi akhirnya hanya 1 orang teman yang titip aku uang buat sedekah itu.
.
Waktu berjalan hingga akhirnya sampai pada saat pengumuman UN SMP. Alhamdulillah, aku bisa lulus UN SMP dengan NEM terbaik di sekolahku! Mengalahkan temanku, sang juara abadi yang pas try out hanya bisa kulampaui sesekali. Dan, ini yang lebih luar biasa lagi, temanku yang rangking 2 NEM terbaik adalah dia yang waktu itu menitipkan sedekahnya sama aku.
.
Tak hanya itu, aku pun alhamdulillah dapat tawaran beasiswa dari 5 SMA di Solo, 3 diantaranya termasuk sekolah favorit, dan ini juga dari arah yang tak disangka-sangka. Tawaran yang pertama karena menang olimpiade, dan yang 4 lainnya karena menang try out di sekolah tersebut. Aku juga sebenarnya bisa lolos ke suatu sekolah program akselerasi namun tak kuambil. Akhirnya, alhamdulillah aku masuk ke SMA yang aku inginkan sejak SMP karena program olimpiadenya, dengan mendapat beasiswa penuh.
.
Tak berhenti sampai disitu, “multi-level keberuntungan” itu terus berlanjut saat aku masuk SMA. Tepat seminggu seusai MOS, guru matematika sekolah tersebut memberiku kabar bahwa aku diikutsertakan dalam pembinaan intensif olimpiade Matematika untuk persiapan menghadapi suatu kontes Olimpiade Matematika tingkat Internasional yang akan diadakan 1 bulan setelah itu.
.
Alhamdulillah, hasil dari Olimpiade tersebut lumayan memuaskan dan Saya mendapat penghargaan dari sekolah. Saya kira hal tadi masih ‘tersentuh’ manfaat sedekah waktu itu. Dan, kalau dihitung secara matematis, keuntungan (hanya dalam uang) yang didapat setelah sedekah Rp 100 ribu itu sudah lebih dari 70 kali lipat, bahkan mungkin lebih. Belum lagi hal-hal yang tadi saya sebutkan yang tak bisa dibeli dengan uang tentunya. Sudah terbukti kan janji Allah yang telah disebutkan dalam Al Qur’an??
.
Jujur, aku sangat takjub dan tak percaya, bahwa memang ternyata “The Power of Giving” itu sangat besar dan luar biasa, dimana Allah pasti akan memberikan ganjaran-Nya yang bahkan lebih dahsyat dari yang kita harapkan.
.
At last, bukan maksud menggurui, tapi yakinlah, bahwa Allah memang Maha Pemberi, Dia tidak pernah sekalipun mengingkari janji. Segala perbuatan baik yang kita lakukan pasti akan dibalas berlipat kali, lewat hal-hal menakjubkan yang mungkin tak dapat kita pahami.
.
Terima kasih banyak untuk Notes From Qatar yang telah menunjukkan padaku indahnya memberi dan juga telah mengajakku untuk berbagi cerita ini. Semoga Allah, Sang  Maha Pemberi Rezeki, membalas semua kebaikan serta memberikan kita kemudahan untuk terus memberi dan kemurahan hati untuk selalu berbagi.. Amin Yaa Rabbal ‘Aalamiin..
.
sumber : disini

--------------------------------------------------------------------- 
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.

Jumat, 04 Mei 2012

#SSS 25: Solusi Bagi Setiap Masalah

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Sumi Wijayanti (@sumiwijayanti / sumiwijayanti@gmail.com)
.
Saya mau share cerita tentang dahsyatnya sedekah yang dialami oleh teman kerja saya, sebut saja namanya Nisa. Nisa sedang mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Nisa sempat mengajukan pinjaman ke kantor tapi jumlah yang diajukan tidak disetujui oleh kantor kami. Saya sebagai temannya ingin bisa membantunya karena saya tahu betul kondisinya dengan 2 orang anak yang masih kecil, suami yang belum dapat kerjaan setelah di-PHK dan seorang ibu yang ikut dengan mereka. Tapi apa daya, saya juga tak memiliki uang sebanyak yang dia butuhkan.
.
Tapi kira-kira dua minggu yang lalu saya mendapat penawaran Kredit Tanpa Anggunan (KTA) dari pihak Bank yang mengeluarkan kartu kredit dengan cicilan dan bunga flat yang tidak terlalu besar dan tidak dibebankan ke dalam tagihan kartu kredit. Karena saya tidak memerlukannya maka saya coba tawarkan ke Nisa . Dia pun setuju untuk mengajukan pinjaman tersebut atas nama saya.
.
Proses pengajuan pun mulai dijalankan. Sekitar 10 hari sejak pengajuan aplikasi, kabar baik belum juga kami terima. Saya coba sms pihak Bank tapi tidak juga ada balasan. Sementara kebutuhan Nisa untuk anak-anaknya sudah benar-benar mendesak. Sudah terbayang jelas bahwa jika akhir bulan Desember ini dia terima gaji, semua gajinya hanya numpang lewat, dan untuk selanjutnya dia benar-benar akan kebingungan karena tidak ada simpanan.


.
Kami berdua sudah berpikir mungkin aplikasi kami tidak disetujui apalagi sudah akhir tahun belum ada berita. Di saat kami sedang membahas soal KTA tersebut, ada seorang laki-laki sekitar umur 30 tahun dengan keadaan yang lusuh masuk ke kantor dan menyapa kami berdua yang memang berada di counter depan. Pria itu menawarkan dirinya untuk menjadi office boy sekiranya kantor kami memerlukan tenaganya dan memberikan nomer teleponnya ke saya.
.
Sebelum meninggalkan kantor kami, pria itu berkata, “Saya jalan kaki Bu dari Kelapa Gading kesini (Kemang) dan belum makan, kira-kira Ibu bisa kasih saya uang untuk makan atau ongkos?”  Saya diam terpaku karena pada saat itu kondisi saya benar-benar tidak ada uang yang cukup untuk dia beli makanan. Uang saya hanya tinggal recehan 100 – 300 Rupiah saja dan saya baru berencana ke ATM sepulang kerja nanti. Saya mau bilang maaf gak ada uang tapi kok gak tegaaa.. Lalu saya melirik Nisa, kemudian dia berdiri dan merogoh kantong celananya dan memberikan uang kepada pria tersebut.
.
Setelah pria itu pergi, Nisa curhat soal kesulitan keuangannya sambil meletakan kepalanya di atas tumpukan  buku “Notes From Qatar 1” dan “Notes From Qatar Limited Edition”. Kedua buku itu memang baru dia kembalikan setelah dipinjam olehnya 2 bulan yang lalu dan baru dibacanya akhir-akhir ini (itupun setelah berkali-kali saya ingatkan dan saya kasih ultimatum sampai akhir Desember ini tidak dibaca, kedua buku NFQ itu akan saya tarik lagi).
.
Kami lalu membahas buku tersebut. Nisa terkesan dengan konsep 3P’s (Positive, Persistence & Pray) yang ada dalam buku itu. Tapi tentang konsep sedekah yang diajarkan dalam buku itum Nisa agak tidak bisa menerimanya, karena menurut dia sangat aneh jika bersedekah tapi mengharapkan sesuatu dari Allah. Ya, biarlah pikir saya. Saya hargai pendapatnya.
.
Saat sedang berdiskusi itulah handphone saya berbunyi. Dalam hati saya berdoa semoga ini kabar baik dari Bank, dan ternyataaa memang betul telepon itu dari Bank dan alhamdulillah KTA saya disetujui sebesar Rp 10.000.000!!  Setelah 2 minggu kami menunggu, akhirnya KTA itupun disetujui. Kami berdua berpelukan dan saya ikut bahagia karena akhirnya ada jalan keluar untuk kesulitan Nisa walaupun dalam bentuk pinjaman yang harus dicicil tiap bulannya. Tapi tetap, itu merupakan jalan keluar yang diberikan Allah. Alhamdulillaaahh..
.
Beberapa hari setelahnya saya iseng bertanya kepada Nisa, berapa uang yang ia sedekahkan untuk pria berbaju lusuh waktu itu. Dengan malu-malu dia berkata, “Pokoke kalo dikaitkan dengan approval pinjaman KTA , aku dapat 1000x lipat hehehe.” Subhanallah, berarti Nisa sedekah Rp10.000 dan dibalas Rp10.000.000. Nisa cerita, waktu dia sedekahkan Rp 10.000, uang di sakunya tinggal Rp5.000, karena dia pikir masih cukuplah Rp5.000 untuk pulang, maka dia sedekahkan Rp10.000 tersebut.
.
Benar-benar luar biasa banget ya sedekah itu ya.. sekarang Nisa bisa tersenyum lega dalam mengatur keuangannya dan makin percaya bahwa memang sedekah itu sangat dahsyat dan kita boleh berharap kepada-Nya untuk menyelesaikan segala kesulitan kita dengan sedekah. Sedekah adalah solusi bagi setiap masalah yang kita alami. Alhamdulillah..

sumber : disini

--------------------------------------------------------------------- 
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.
.

Kamis, 29 Maret 2012

Membuang 1 Juta Mendapat 37 Milyar

Tak salah bila PT. Diana, Sidoarjo, diminta untuk melayani catering bagi petugas lapangan dan pengungsi akibat mud flow Lapindo senilai 37 milyar setahun. Namun, di luar pertimbangan bisnis, ada invisible hand yang menentukan deal mereka. Itulah takdir ilahi.

“Tanpa bantuan Allah Swt, mustahil kami mendapatkan rezeki yang sangat besar sehingga mengubah drastis usaha kami ini,” ucap Imam Syafei, pemilik PT. Diana. “Inilah berkah dari sedekah,” lanjut suami dari Diana dan bapak dari Kurnia Adi Prakoso (3).



Imam Syafei bertutur, pada 2006, ia dan istri tinggal memiliki uang Rp. 1 juta. Saat itu, usaha catering “Diana” milik mereka baru merangkak. Di waktu yang sama, rumah petak kontrakan yang mereka tempati sudah habis masa sewanya.

Demi membesarkan usaha, mereka berniat mencari rumah kontrakan yang sewanya sekitar Rp. 700 ribu pertahun. Berhari-hari, beberapa rumah yang diincar belum cocok harga.

Di tengah kelelahan dan kekhawatiran, suatu hari selepas ashar Imam Syafei mendengar taushiyah Ustadz Yusuf Mansyur. Lima menit terakhir taushiyah yang sempat disimaknya itu, memantapkan keyakinannya akan hikmah sedekah.

“Mari Bu, kita ikhlaskan dan mantapkan untuk “membuang” uang sejuta ini sebagai sedekah. Insya Allah aka nada pengganti yang lebih baik,” Imam Syafei membujuk istrinya untuk menyedekahkan semua uang milik mereka yang tersisa.

Alhamdulillah, disertai ketekunan ibadah dan doa, harapan suami istri itu terkabul. Mereka mendapat order catering partai besar yang memberi keuntungan Rp. 5 juta.

Selain untuk membayar kontrakan rumah Rp. 600 ribu setahun dan belanja kebutuhan hidup, sebagian keuntungan itu disisihkan untuk sedekah.

“Sejak saat itu, rezeki kami terus mengalir” kata Imam Syafei.

Sampailah kemudian, catering “Diana” mendapat kontrak sebagai supplier untuk pengungsi Lapindo dengan nilai yang luar biasa besar untuk ukuran usaha kecil.

Rezeki itu memacu cepat perkembangan usaha Imam Syafei dan istri. Kini, dalam tempo setahun, perusahaan mereka telah menjadi tiga yaitu PT. Diana (catering), PT. Kurnia (persewaan alat catering), dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabalkan sebagai yang terbesar kedua di Jawa Timur. Sebanyak 120 karyawan dan keluarganya bernaung di tiga perusahaan tersebut.

Salah satu bentuk syukur Imam Syafei, tahun lalu ia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk si kecil Kurnia Adi Prakoso. Sedekah pun jalan terus, karena inilah kunci kesuksesan mereka.

Sumber : Buku Senjata Kaum Beriman hal 82 - 84    

Senin, 19 Maret 2012

Haji Berkah Tanpa ke Makkah



Makkah saat musim haji. Waktu siang yang terik, tersebutlah seorang ulama sufi, Abdullah bin Al-Mubarak sedang melepas penat di salah satu sudut Masjidil Haram. Saat diantara tidur dan terjaganya, sayup-sayup ia mendengar perbincangan dua malaikat.

Malaikat yang pertama bertanya pada temannya.

“Berapa banyak orang berhaji tahun ini ?”

“Enam ratus ribu !” jawab temannya.

“Lantas, berapa banyak yang hajinya diterima oleh Allah?”

“Hanya ada dua, Ibnu Mubarak dan seorang tukang sepatu di Damsyiq yang bernama Muwaffaq. Sayangnya Muwaffaq tidak dapat datang ke tanah suci ini, ia hanya sampai di depan pintu rumahnya saja. Tapi justru berkat haji Muwaffaq inilah semua umat muslim yang melaksanakan ibadah haji pada tahun ini diterima ibadahnya.”

Abdullah bin Al-Mubarak kaget dan terbangun mendengar pembicaraan itu. Rasa penasaran meliputi benaknya. Bukan karena namanya yang disebut. Namun perhatiannya pada sosok yang disebut-sebut bernama Muwaffaq. Siapa gerangan dia ? Apakah yang telah dilakukannya hingga mencapai derajat yang mulia dan Allah menerima ibadah haji seluruh umat muslim karenanya ? Padahal ia sendiri berhalangan hadir ke tanah suci.

Setelah menyelesaikan ibadah hajinya, bergegas Ibn Mubarak menuju Damsyik. Ia bertekad menyelidiki sekaligus menimba ilmu dari Muwaffaq.

Sesampainya di depan pintu rumah Muwaffaq, Ibn Mubarak sempat terpana. Muwaffaq yang dicarinya ternyata jauh dari gambarannya yang ia kira, sebagai seorang ulama ataupun seorang ahli ibadah. Muwaffaq hanya seorang laki-laki biasa. Sederhana bahkan terkesan polos. Dengan rasa ingin tahu yang besar, Ibn Mubarak langsung menceritakan apa yang dialaminya di Masjidil Haram, sekaligus bertanya apa yang telah diperbuat Muwaffaq hingga derajatnya mulia di sisi Allah.

Selanjutnya mengalirlah sebuah rangkain kisah yang menakjubkan dari mulut lelaki sederhana penambal sepatu ini :

Muwaffaq sebenarnya sudah lama ingin menunaikan ibadah haji. Dua belas tahun lebih ia menabung untuk bekal hajinya. Tapi karena kemiskinannya, bekal itu tidak pernah bisa terkumpul. Hingga di tahun itu, Allah memberinya rizki dengan uang tiga ratus dirham hasil dari pekerjaannya membuat dan menambal sepatu. Dengan bekal uang itulah ia sudah berniat dan bersiap menunaikan haji.

Menjelang hari keberangkatannya, ia berpamitan pada tetangga dan sanak saudaranya, sekaligus memohon doa. Saat perjalanan pulang dari rumah kerabatnya, istrinya mencium bau makanan di rumah seorang tetangganya. Istri Muwaffaq ingin sekali mencicipi makanan itu. Muwaffaq tidak ingin mengecewakan istrinya. Maka ia mengetuk pintu rumah tetangganya, yang ternyata seorang perempuan setengah baya. Saat ia meminta sedikit makanan untuk istrinya, secara mengejutkan perempuan itu berkata : “Maaf tuan, makanan ini halal untuk kami, tapi haram untuk Anda …!”. Muwaffaq perlahan menanyakan mengapa wanita itu berkata demikian.

Akhirnya, wanita itu membuka rahasianya pada Muwaffaq. Sebenarnya ia adalah ibu dari anak-anaknya yang sudah yatim. Dan sudah tiga hari di rumah itu tidak ada makanan. Dan tak ada seorang pun yang berkenan mengulurkan tangan untuk membantu kesulitan mereka. Di hari keempat, sang Ibu keluar mencari makanan buat anak-anaknya. Sampai ia menemukan bangkai khimar (sejenis daging kuda) di tempat sampah, di antara sisa-sisa makanan. Dengan sangat terpaksaia potong sebagian dagingnya dimasak sekedar makan untuk anak-anaknya. “Oleh karena itu aku katakana pada anda bahwa makanan itu halal untuk kami, tetapi haram bagi anda”, jawab perempuan itu.

Mendengar jawaban wanita itu, Muwaffaq kembali ke rumah. Diceritakannya pada sang istri perihal kesulitan yang dialami tetangga mereka. Istri Muwaffaq menangis dan mengangguk setuju saat Muwaffaq memutuskan menyerahkan seluruh uang bekal hajinya pada ibu dari anak-anak yatim tetangganya itu. Diserahkannya uang itu. Semuanya. “Belanjakan uang ini untuk anak-anakmu yang yatim itu!”, katanya.

Mendengar penjelasan Muwaffaq, pahamlah ibn Mubarak mengapa Muwaffaq sampai mendapat derajat yang mulia meski dia batal datang ke Makkah.


Sumber : Majalah Yatim, Edisi April 2011/Jumadil Ula 1432 H

---------------------------------------------------------------------

Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.

Kamis, 01 Maret 2012

Mengatasi Hutang Sebesar Gunung

Dari Anas bin Maalik beliau bercerita bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Maukah engkau aku ajarkan dengan sesuatu yang jika dibaca, hutang sebesar gunung uhud bisa dibayarkan Allah SWT ?"

Apakah Anda sedang mengalami hal ini?

– Sedang berutang untuk membeli barang kebutuhan?
– Tidur tidak nyenyak karena dikejar hutang?
– Makan tidak nafsu karena selalu dibayangi hutang?
– Jadi raja utang?
– Sedang memegangi kepala karena hutang bertambah banyak?
– Merasa hutang sepertinya tidak akan pernah terlunasi?
– Dikejar kejar Debt Collector tiap hari tiap waktu?
– Sertifikat rumah tidak bisa ditebus bahkan sedang diambang lelang?
– Punya bisnis besar tapi hutang juga besar?
– Punya satu hutang dibayar dengan hutang lain?
– Tambah tua tambah berhutang?
– Handphone terpaksa dimatikan karena takut ditagih?
– Merasa enggan beraktivitas karena terlalu berat mikir hutang?

Mungkin EBook ini akan berguna berguna bagi Anda. Penasaran? Download dan dapatkan rahasianya. DISINI.

Rabu, 29 Februari 2012

Amalan Dapat Jodoh Terbaik



Assalamu’alaikum wrwb.
Cara gampang cari jodoh terbaik adalah metode agar Allah azza wajalla berkenan membuka Rahasia Jodoh Terbaik & Menghadirkannya.Anjuran penggunaan : Sucikan diri (wudhu), sholat sunah 2 rakaat, berdoa, siapkan Al Quran selanjutnya ikuti langkah awal menuju solusi.

Urutan yang harus dilakukan :
Merubah pemahaman untuk merubah pola piker lalu mencari penyebab hambatan untuk merubah pola ikhtiar.

Pemahaman : 1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri.

Pemahaman 2 : Pahami & Yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.
QS 31:34 : Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan & mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dari pemahaman 1 & 2 jelaslah SEGERA RUBAH POLA PIKIR ANDA DALAM MENCARI JODOH! Perbaiki dulu Hubungan dengan Allah baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan. Selanjutnya adalah cara memeriksa hubungan dengan Allah yang terdiri dari hubungan dengan Allah, Orang tua & sesama, periksalah! Apa kita pernah percaya dengan ramalan, datang ke orang pinter, percaya kekuatan selain Allah?

HATI2 SAUDARAKU! Dengan berbuat syirik dalam perjodohan bikin anda malah tertipu & menderita seumur hidup, bisa jadi anda dijauhkan dari yang semestinya jodoh terbaik atau bahkan tidak menemukannya sama sekali.
QS 31:33 : Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah, bisa juga anda mendapat jodoh namun yang malah membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah sebab akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan. QS 24:3&26 :....musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.
Bukankah anda menginginkan jodoh sebagaimana disebutkan dalam QS 30:21 : ... salah satu tanda kekuasaan-Mu adalah menjadikan pasangan hidup dari jenis kami, yaitu manusia. Yang demikian adalah agar kami cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kami rasa kasih dan sayang.

PERIKSALAH WAHAI SUADARAKU! Apakah sholat kita sudah berkualitas?
Inginnya sih jodoh Allah hadirkan tepat waktu tidak telat2 tapi saat Allah memanggil untuk sholat eh malah ditelat2in, telat juga deh tuh jodoh.

QS 107:4-5 : Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.

JUJURLAH WAHAI SAUDARAKU! Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina? QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia...salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.
PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA, adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).
QS. 17:23 : Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM. Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).QS.49:10:....sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.
PERIKSA DALAM HUBUNGAN SEBELUMNYA (mis : mantan2) apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan (kalo dia doakan ga dapat jodoh bagaimana?).
APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA, yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?
QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.
Bila anda pernah melakukan 1 saja dari hal diatas, SEGERALAH lakukan langkah lanjutan untuk MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH.

LANGKAH 1 : MOHON AMPUN ATAS KESALAHAN & KEBURUKAN, dasar ayat QS.66:8 : Hai orang2 yang beriman Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah2an Allah akan menutup kesalahan2 kamu.

Untuk tahap awal dan sekaligus riyadhah (membiasakan),ucapkanlah KALIMAT ISTIGHFAR (ASTAGHFIRULLAH) minimal 70-100 sehari semalam dasar al hadits : Barangsiapa yang biasa beristighfar Allah akan carikan jalan Keluar Bagi Kesulitannya, kelapangan bagi kesempitannya & memberi rizki dari arah yang tidak terduga. INGET JODOH JUGA RIZKI loh. QS 71:10-12 : Maka Aku katakan kepada mereka Mohon Ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak2mu dan mengadakan untukmu kebun2 dan mengadakan pula didalamnya untukmu sungai2.
LANGKAH 2 : TINGKATKAN IBADAH, PERBAIKI IBADAH. Sekali lagi yakinkan diri akan kuasa Allah. Insya Allah ada saja jalan bagi kita termasuk JALAN HADIRNYA PASANGAN HIDUP KITA-dasar ayat QS 65:3-4 : Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Cobalah melakukan hal2 berikut ini :

PERBAIKI/LAZIMKAN WUDHU, BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH, BERDOA/BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT, PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR, BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD, HAJAT, ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR. Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.
LANGKAH 3 : PASRAHKAN KEPADA ALLAH, minta hanya kepada Allah-dasar ayat QS 65:3 : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.

LANGKAH 4 : LURUSKAN NIAT. Percayalah luruskan niat, sucikan hati bahwa anda menikah karena ingin mengikuti sunah rasul dan mengharap ridho Allah (al hadits) Pernikahan itu menyempurnakan separuh dari agama.

LANGKAH 5 HILANGKAN EGO. Target/pilah pilih boleh2 aja sih, tapi yang wajar sajalah serahkan pilihan yang terbaik hanya pada Allah melalui shalat istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga,dasar ayat QS 2:221 : Dan janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu, mereka mengajak keneraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan menerangkan ayat2-Nya (perintah2-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
LANGKAH 6 : PERBANYAK SILATURAHIM, terutama kepada orang2 yang pernah anda sakiti & minta ridho orang tua. Barangsiapa yang ingin diluaskan rejekinya temasuk jodoh, sambunglah tali silaturahim dasar al hadits untuk Ridho orangtua Raihlah cinta orangtua supaya Allah menghadirkan cinta buat anda.
LANGKAH 7 : MENUTUP AURAT, supaya anda tidak sesat (menjauh dari jodoh anda) dasar ayat QS 20:121 : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat2nya dan mulailah keduanya menutupnya dengan daun2 (yang ada di)surga dan durhakalah adam kepada Tuhan dan Sesatlah ia. RAHASIA JODOH TERBAIK : Jodoh itu tergantung pada diri kita sendiri, bila kita berperilaku baik, maka jodoh kitapun baik, jika perilaku kita buruk, maka jangan dipersalahkan jika jodoh kitapun berperilaku buruk. Wanita yang keji adalah untuk pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan sebaliknya. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

LANGKAH ISTIMEWA : MENOLONG YANG SEDANG KESUSAHAN misal bantulah saudara/kawan yang mau menikah tapi kekurangan/kesulitan dasar Al Hadits : wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi, Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya.
SYARAT LANGKAH ISTIMEWA : LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN JANGAN HAPUS DENGAN DOSA2, hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima.

Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR, dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.

Doa untuk dapat jodoh dari hadits : ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN, artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.

LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.

DOA TAMBAHAN2 : ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Waassalamu’alaikum wr wb

sumber : disini
---------------------------------------------------------------------
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.


Selasa, 28 Februari 2012

Sedekah Ekstrem Balasan Ekstrem

Saat kita melakukan sedekah secara ekstrem maka balasan yang akan kita terima pasti secara ekstrem juga. Bahkan terkadang balasan itu tidak masuk akal datangnya. Kesimpulan saya ini berdasarkan beberapa artikel kisah nyata tentang sedekah di blog saya ini, sedekah nekat atau keajaiban sedekah dan berbagai pengalaman langsung yang saya rasakan.

Sedekah ekstrem adalah sedekah DENGAN HARTA TERBAIK dan dengan keyakinan yang tinggi akan janji yang langsung diberikan Allah dalam Alqur’an. Pelaku sedekah ekstrem sangat yakin berapa pun harta yang dikeluarkan pasti akan dibalas LANGSUNG oleh Allah, sesuai dengan janji Allah di Alqur’an; yaitu kelipatan 10 sampai ratusan kali lipat.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 267

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari Hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Ayat inilah yang ada hubungannya DENGAN SEDEKAH EKSTREM. Kita disuruh menyedekahkan harta kita yang terbaik. Kemudian kita juga dilarang memberikan sedekah kita dengan harta yang kita anggap remeh atau kita sendiri tidak membutuhkannya. Inilah dasar bagi para pelaku sedekah di artikel yang saya sebutkan di atas.

Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba anda baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di bagian bawah ini:

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah melipatgandakan pembayaran Kepadany dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, Dengan lipat ganda yang banyak bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki, jadi pasti ada dong yang tidak mendapatkan balasan :) Makanya kita perlu sedekah dengan ikhlas dan yakin akan janji Allah. Jangan setengah-setangah ya….. :)

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya ayo segera bersedekah….. :)

Alquran > Surah An Nisaa’> Ayat 114

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Nah ayat yang ini adalah untuk saya dan anda yang mau menebarkan semangat sedekah pada orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mau mengajak sedekah orang lain. Makanya, silahkan share-kan artikel ini pada siapa saja deh, bisa di Facebook, Twiter, atau blog anda.

Semoga dengan membaca artikel di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin…..

sumber : http://collection27.blogspot.com/2012/02/sedekah-ekstrem-balasan-ekstrem.html