Ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal -–kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesembuhan bagi kaum muslimin yang sakit–. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobatkan sakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, ia siap membayar dengan uang sejumlah 20.000 riyal.
Barangsiapa mendirikan karena Allah suatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu, di dalam surga (HR. Bukhari dan Muslim)
Rabu, 26 September 2012
Sembuh dari Gagal Ginjal
Ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal -–kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesembuhan bagi kaum muslimin yang sakit–. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobatkan sakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, ia siap membayar dengan uang sejumlah 20.000 riyal.
Senin, 06 Agustus 2012
Paling Paling
Oleh : Anwar Sani
Kamis, 07 Juni 2012
Percaya Janji Allah atau Janji syetan?
sumber : www.pecintasedekah.com
Matematika Allah
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tia Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu.” (Ath Thalaq: 3)
Selasa, 29 Mei 2012
Menolonglah Jika Ingin Ditolong
Minggu, 27 Mei 2012
The Joy of Giving
Lahir di Madurai, Tamil Nadu pada tahun 1981. Narayanan Krishnan bekerja sebagai seorang koki dan memenangkan penghargaan kemudian terpilih untuk bekerja di sebuah hotel yang elit di Swiss. Dan sebelum ia berangkat ke Eropa, ia berkunjung ke keluarganya. Pada waktu itulah ia melihat seorang lansia yang kelaparan dan memakan limbah dari kemanusiaannya. Lalu, ia bergegas ke hotel terdekat dan bertanya apa yang mereka punya saat itu, kemudian ia memberikan makanan itu kepada lansia tersebut. Ia berkata, "Percayalah, saya belum pernah melihat orang makan dengan begitu cepat, dan saat ia memakan makanan itu, matanya berkaca-kaca. Itu adalah airmata kebahagiaan."
Pada tahun 2002, Krishnan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Dan ingin melayani tunawisma di Madurai, Tamil Nadu. Pada tahun 2003, ia berhasil mendirikan organisasi non-profitnya yang bernama Akshaya Trust yang membantu untuk memberi makan kepada para tuna wisma dan cacat mental di Madurai. Ia menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam untuk 400 fakir miskin dan lansia. Ia juga membantu mereka menggunting rambut, mencukur dan memandikan dengan tujuan untuk memberikan martabat lebih untuk orang-orang yang dilayaninya.
Ia tidak hanya memasak sendiri, ia juga menghantar dan tidak segan untuk memeluk dan menyuapi mereka yang sangat haus dan lapar akan kasih sayang. Krishnan terpilih menjadi TOP 10 di CNNHeroes 2010.
Krishnan berkata, "Food is one part. Love is another part. So, the food will give them physical nutrition. The love and affection which you show will give them mental nutrition."
sumber : disini
Jumat, 04 Mei 2012
#SSS 25: Solusi Bagi Setiap Masalah
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.
Kamis, 29 Maret 2012
Membuang 1 Juta Mendapat 37 Milyar
Alhamdulillah, disertai ketekunan ibadah dan doa, harapan suami istri itu terkabul. Mereka mendapat order catering partai besar yang memberi keuntungan Rp. 5 juta.
Minggu, 18 Maret 2012
Tolong Doakan … Nanti saya akan bersedekah !
Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu Jawa Timur datanglah seorang pengusaha untuk bersilaturahmi ke kyai pengasuh pesantren.
“Pak kyai, saya datang ke sini mau minta doa agar hajat saya dikabul oleh Allah Swt.” Ujar si pengusaha.
“Begini Pak kyai, saya punya usaha, bidang migas. Saya sedang ikut tender di Caltex Riau (sekarang perusahaan ini bernama Chevron). Doakan agar saya bisa menang tender!” jelas si pengusaha.
“Mmmm …” pak kyai bergumam tanpa sedikitpun memberi tanggapan.
Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan pak kyai tiba-tiba si pengusaha menambahkan, “Tolong doakan saya dalam tender ini Pak Kyai, insya Allah andai saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!”
Menanggapi pernyataan si pengusaha, pak kyai yang asli Madura bertanya, “Sampeyan hapal surat Al – Fatihah?” SI pengusaha menjawab ia hafal.
“Tolong bacakan surat Al Fatihah itu!” pinta kyai.
“Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al Fatihah ?” tanya si pengusaha. “Sudah baca aja, saya mau dengar” tukas pak kyai.
“Bismillahirrahmanirrahim .. Alhamdulillahi rabiil alamiin .. Ar rahmaanir rahiim.. Maliki yaumiddiin.. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin..”
“Sudah-sudah cukup, berhenti sampai di situ!” pinta pak kyai.
“Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti maksudnya?” Tanya pak kyai.
“IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN, pak kyai?” tanya si pengusaha menegaskan.
“Oh itu saya tahu artinya : KEPADA-MU YA ALLAH KAMI MENGABDI. KEPADA-MU YA ALLAH KAMI MEMOHON PERTOLONGAN!’ tandas si pengusaha.
Pak Kyai lalu berujar enteng, “Oh, rupanya masih sama Al Fatihah sampeyan dengan saya !”
“Saya kira Al Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi IYYAKA NASTA’IIN WA IYYAKA NA’BUDU!” jawab Pak Kyai.
Si pengusaha bingung mendengar penjelasan pak kyai, “Saya masih belum mengerti pak Kyai!”
Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, “Tadi sampeyan bilang kalau sampeyan menang tender, sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah IYYAKA NASTA’IIN WA IYYAKA NA’BUDU. Kalau Al Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!”
Deggg!!! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si pengusaha. Malu terasa bagi si pengusaha. Rupanya kalimat janji si pengusaha begitu mudah dipatahkan sang kyai. Tak lama berselang, si pengusaha pun pamit pulang sebab malu.
Ba’da zuhur esok harinya, HP pak kyai berdering. “Mohon dicek pak kyai, saya barusan transfer ke rekening pesantren.” telpon itu pun ditutup. Pak kyai pergi menuju bank membawa buku tabungan.
Mata pak kyai terbelalak melihat angka yang amat panjang. Pak kyai pun bertanya kepada teller bank, “Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini ? Sang teller berujar, “Nilainya 200 juta, pak kyai!”
Mendengar penuturan teller bank, mata pak kyai berbinar. Berulang kali ucapan hamdalah terdengar. Segera beliau pulang ke pesantren.
Sehabis magrib pak kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim, membaca Al Qur’an, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai sang pengusaha.
Arsy Allah Swt malam itu mungkin bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbauka. Sebab doa yang dipanjatkan oleh pak kyai & para santri yatim.
Tak sampai satu minggu berselang sang pengusaha menelpon pak kyai dengan nada kegirangan. “Pak kyai , saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, perusahaan saya mengenang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!”
Pak kyai turut bersyukur kepada Allah Swt mendengar berita gembira ini, “Memangnya berapa nilai tender yang didapat?!” Pengusaha itu berkata, ”Alhamdulillah, nilainya Rp. 9,8 milyar”.
Mengabdilah kepada-Nya lalu mintalah pertolongan dari-Nya! Siapa yang banyak mengabdi kepada-Nya maka akan banyak mendapat pertolongan-Nya.
Oleh : Bobby Herwibowo
Sumber : Newsletter Masakini edisi Sya’ban 1430 H
---------------------------------------------------------------------
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DIatau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.
Senin, 05 Maret 2012
Mustahik Jadi Miliarder
Saya punya cerita nyata bener-bener nyata tentang seorang yang miskin dan sekarang dah jadi miliarder. Wah gimana ceritanya tuh ?
Semua orang pasti ingin sukses, ingin makmur, ingin punya rizki yang banyak, ingin bisa hidup sejahtera, ingin beli rumah, ingin bisa nyekolahin anak ke sekolah yang bagus dan lain sebagainya. Hal ini menjadi hak siapa saja, bukan hanya orang kaya tapi juga mustahik sekalipun.
Suatu hari, datang seseorang ke sebuah lembaga zakat, sebut saja namanya Andrian. Dia adalah seorang ibnu sabil. Dalam surat At-Taubah 60 dijelaskan bahwa seseorang yang dalam perjalanan dan kehabisan bekal merupakan mustahik yang berhak atas dana zakat. Andrian perantau asal Jawa Timur, berbekal ijasah Sarjana Ekonomi (SE), dan istrinya seorang dokter hewan, pada tahun 2008 pasangan muda ini menuju Jakarta untuk mengadu nasib.
Harapan dan doa dipanjatkan agar Allah senantiasa memberikan jalan terbaik untuk mencari rizki. Sesampainya di Jakarta, ternyata justru musibah menimpanya.
Tas dan seluruh isinya termasuk dompet dan HP satu-satunya pun, raib diambil orang tak dikenal pada saat ia dan istrinya terlelap tidur di atas kereta. Tidak ada yang tersisa, semuanya hilang, bahkan bajunya pun tinggal yang menempel di badannya saja. Ijasah suami istri itu pun ikut raib. Dalam kebingungan yang luar bisa, Andrian teringat dengan kata “zakat”.Maka, dia mencari informasi tentang lembaga zakat di Jakarta dan kemudian mendatanginya berharap untuk mendapatkan bantuan.
Ikhtiarnya menuju sebuah lembaga zakat ditempuh dengan berjalan kaki, dan selama perjalanan Adrian berargumentasi dengan hati dan pikirannya.
“Saya ke Jakarta harusnya bisa jadi muzzaki (pembayar zakat), tapi hari ini justru jadi mustahik (penerima zakat)”, bisaknya dalam hati.
Maka ikhtiarnya tidak sia-sia, sebuah lembaga amil zakat membantunya, Walaupun tidak besar dana yang diterima, namun uang itu sebagai modal awal untuk bergerak di Jakarta.
Andrian tidak patah arang. Justru lebih mendidih semangatnya untuk mewujudkan impian. Andrian kemudian bekerja sebagai sopir, istrinya menjadi babby siter, beberapa bulan kemudian menjadi sales. Ada nilai semangat dari setiap makanan yang ia nikmati dari zakat.
Andrian berucap, “Satu suap makanan yang masuk kedalam mulut ini, harus menjadi sepuluh suap buat orang lain”. Masya Allah.
Bisikan hati itu, seakan menembus langit. Apa yang dibatin Andrian mewujud. Hari ini, ia telah menjadi Presiden Direktur perusahaan konsultan property miliknya sendiri dengan asset milyaran rupiah.
Nilai spiritual dalam berbagi itulah, ternyata yang menjadi kunci sukses Adrian. Semangat mengantarnya menjadi milyader dalam kurun 3 tahun. Saya meyakini, bukan hanya karena pintar, kerja keras dan optimis saja akan tetapi ada kekuatan lain, yaitu dengan melibatkan Allah Swt melalui berbagi.
Kebanyakan orang yang kesulitan cenderung “menikmati” menjadi peminta-minta, maka banyak lembaga zakat yang melayani mustahik dari bulan ke bulan, yang datang mereka lagi mereka lagi. Bukannya nggak boleh , memang itu hak mereka, akan tetapi semangat maju dan sukses harus tumbuh dari diri sendiri.
Bukankah dalam Al-Qur’an Surat 13:11 Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa pada diri mereka”.
Dalam kesuksesan Andrian hari ini, ia makin meyakini bahwa “Kitalah yang Butuh Zakat, bukan mereka”. Semakin orang berzakat dan bersedekah, maka Allah hadirkan kesuburan rizki dan pelipatgandaan yang banyak serta keberkahan. Subhanallah.
Semoga ini menjadi inspirasi buat kita semua, juga buat para mustahik, bahwa keberhasilan bukan dominasi orang kaya, namun keberhasilan adalah milik kita semua. Insya Allah. Wallahu’alam.
Oleh : Ust. M. Anwar Sani
Sumber : majalah DAQU Edisi : 001 – Tahun V – Januari 2012/Shafar 1433 H
Minggu, 04 Maret 2012
40 Hari Menuju Kaya

Assalamu'alaikum wr wb.
Sebenarnya ini mau saya kirimkan pas mendapatkannya 20 hari yang lalu.. tapi sempat ragu juga apakah benar2 akan bisa berhasil atau tidak.
Akhirnya saya putuskan untuk mencobanya terlebih dahulu. Beberapa hari menjalankan, akhirnya hampir semua pengurus group Pencinta Sedekah menjalankan program ini.
Sungguh banyak hal-hal yang mengejutkan kami temui selama menjalankan program ini. Satu persatu masalah yang ada mulai ada jalan keluar.. satu persatu peluang dan tawaran bahkan rezeki yang tak pernah disangka-sangka menghampiri satu persatu pengurus yang menjalani Program ini bahkan di HARI PERTAMA.!!
Kami sering kumpul dan sharing sesama pengurus group, terkaget-kaget karena programnya betul2 berhasil diatas harapan kami.
Program ini sebenarnya kami dapatkan dari ustadz Yusuf Mansur. Berikut forward message beliau :
****
Riyadhah 40 Hari
"Sesiapa yang berjalan menuju Allah, Allah akan berlari menuju dia.
Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat kepadanya".
• Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
• Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dg qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sbg tanda kita dtg sebelom wktnya azan/pra-ontime).
• Jaga Waaqi'ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
• Jaga Shalat dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
• Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat.
• Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr.
• Jaga setiap hari membaca 300x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
• Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
• Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib).
• Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x).
• Tutup malam dg shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa di rakaat pertama, Qulhu di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari as Sajdah, Tabaarok, atau ar Rohmaan.
Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba'diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.
Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya. Amin.
(ust. Yusuf mansur)
Bagi anda yang serius ingin ikut menjalankan program ini, sebagai alat bantu check list amalannya, kami punya formnya yg bisa diprint. silahkan disini
Sumber : disini
---------------------------------------------------------------------
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.
Jumat, 02 Maret 2012
Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya (Kisah Nyata)
Pertama kali mendengar cerita ini, saya kurang percaya, tetapi melihat siapa yang menceritakan saya sangat mempercayai kebenaran cerita ini. Sayang sekali sewaktu saya dan guru SMA saya akan mampir ke rumah pengusaha ini, sang pengusaha sedang keluar rumah.
Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan tidak merasa bahagia walaupun hartanya berlimpah. Bagi mereka, yang terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil keputusan yang tergolong nekat. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.
Allahu Akbar! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidup sederhana itu, tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga. Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan malahan diganti 2 perusahaan yang jauh lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah.Kini mereka sangat bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan merasa diperhatikan dan disayang Allah itulah yang tidak bisa digambarkan oleh mereka saat melakukan cara ini.
Sebenarnya langkah yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini adalah langkah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya. Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk Allah semata. Bahkan balasan atau pahala dari sedekah akan lebih berlipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan sedekah. Sedekah seperti bernafas, kita harus mengeluarkan nafas kotor banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan nafas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita hirup.
Sukses untuk anda…..
Sumber : disini



