Tampilkan postingan dengan label terapi sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi sedekah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2013

Agar Disamperin Rejeki

Jika selama ini rejeki kita masih itu-itu saja, maka kita harus rajin bertanya. Apakah saya sudah Dhuha? Apakah saya sudah berbuat baik? Apakah saya sudah menelpon Ibu? Apakah saya sudah berbagi? dan seterusnya. Jika ada yang belum, maka segera tunaikan amal-amal tersebut. Apalagi, jika itu terkait hak Allah sebagai sesembahan kita atau hak sesama.
Insya Allah, setelah hal-hal tersebut dilaksanakan dengan baik, dan kembali berusaha sesuai upaya yang kita bisa, bi idznillah, rejeki kita akan bertambah..

Pernah, suatu ketika, saya perbanyak istighfar di tengah malam. Karena memang belum bisa tidur. Alhasil, ketika niat itu dilakukan dengan sempurna, tepat setelah selesai dan saya beranjak untuk tidur, hand phone saya berdering. Isinya, orang pesan buku. Jika kita mau main logika, mana mungkin rejeki diantarkan ketika malam telah menyelimuti? Bahkan orang yang akan diberi rejeki itu hendak memejamkan mata?

Pernah juga, pagi buta, ada pesan singkat yang masuk. Itu malamnya biasa, ada ritual. Hehehe. Belum juga genap jam tujuh pagi, ada sms. bahwa dia sudah selesai melakukan transfer pembayaran. Lagi, jika mau pakai logika, mana ada rejeki datang ketika orangnya baru mau beranjak ke kamar mandi untuk berangkat kerja?

Pernah juga, dalam tiga hari, rekening dibanjiri transferan. Hari pertama, sekitar 10 uang masuk untuk pembelian buku, hari kedua hanya dua orang tapi nilainya sekitar 1,2 juta, hari ketiga nilainya 700-an ribu. Jika mau pakai logika, mana ada karyawan dengan transaksi rekening senilai itu?

Lagi-lagi saya tersadar. Allah itu Maha Kaya. Yang penting kita ibadah. Lalu usaha. Sudah. Selesai. Allah gak ngantuk, kok. Allah juga tidak tidur. Mana mungkin Allah salah mengantarkan rejeki? Gak mungkin, kan?!

Satu hal yang perlu diingat, bisa jadi, rejeki yang diberikan ke rekening kita itu adalah titipan untuk istri kita, anak kita, adik kita, kakak kita, ataupun ibu dan bapak kita. Bagi lajang, bisa jadi itu titipan untuk calon istri atau suami kita.

Akhirnya, jangan berharap dibanjiri rejeki atau dihujani karunia, jika ibadah kita saja bolong-bolong. Lima waktu di injury time, subuh keduluan sama ayam, Dhuha ogah-ogahan. Jikapun dilaksanakan hanya formalitas, tidak ada ruhnya. Baca al-Qur'an semau gue, kadang baca tapi lebih sering gak baca, malah gak nyentuh mushaf sama sekali.

Apalagi tahajud? Enakan nonton bola atau begadang lihat film-film luar negeri yang keren abis. Ditambahlah dengan silaturahim. Gak pernah sama sekali, malah lebih asyik berinteraksi dengan dunia maya. Gak pernah ketemu orang, menyapa sesama, menyalami hangat dan bertanya aneka rupa kegiatan.

Maka sejatinya, urusan rejeki sangat erat kaitannya dengan dua hal. Pertama, sejauh mana kedekatan kita dengan Sang Maha Pemberi Rejeki. Kedua, sejauh mana kebermanfaatan kita untuk orang lain.

Rejeki, bukan hanya uang. Jika ia berbentuk uang, maka parameternya bukan pada seberapa banyak kita mengumpulkan uang, tapi pada seberapa banyak yang kita manfaatkan untuk kepentingan sesama. Baik keluarga dekat, jauh, atau mereka yang membutuhkan, atau mereka yang memang punya hak atas rejeki yang dititipkan kepada kita. []


sumber :disini

Minggu, 27 Mei 2012

The Joy of Giving

What is the ultimate purpose of life? It's to give. Start giving. See the joy of giving. - Narayanan Krishnan
 
Lahir di Madurai, Tamil Nadu pada tahun 1981. Narayanan Krishnan bekerja sebagai seorang koki dan memenangkan penghargaan kemudian terpilih untuk bekerja di sebuah hotel yang elit di Swiss. Dan sebelum ia berangkat ke Eropa, ia berkunjung ke keluarganya. Pada waktu itulah ia melihat seorang lansia yang kelaparan dan memakan limbah dari kemanusiaannya. Lalu, ia bergegas ke hotel terdekat dan bertanya apa yang mereka punya saat itu, kemudian ia memberikan makanan itu kepada lansia tersebut. Ia berkata, "Percayalah, saya belum pernah melihat orang makan dengan begitu cepat, dan saat ia memakan makanan itu, matanya berkaca-kaca. Itu adalah airmata kebahagiaan."

Pada tahun 2002, Krishnan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Dan ingin melayani tunawisma di Madurai, Tamil Nadu. Pada tahun 2003, ia berhasil mendirikan organisasi non-profitnya yang bernama Akshaya Trust yang membantu untuk memberi makan kepada para tuna wisma dan cacat mental di Madurai. Ia menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam untuk 400 fakir miskin dan lansia. Ia juga membantu mereka menggunting rambut, mencukur dan memandikan dengan tujuan untuk memberikan martabat lebih untuk orang-orang yang dilayaninya.

Ia tidak hanya memasak sendiri, ia juga menghantar dan tidak segan untuk memeluk dan menyuapi mereka yang sangat haus dan lapar akan kasih sayang. Krishnan terpilih menjadi TOP 10 di CNNHeroes 2010.
Ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan. Ia sekarang menjadi pahlawan pun bukan seperti pahlawan yang ada di film-film seperti Superman, atau Spiderman. Ia benar-benar pahlawan yang nyata di dunia. Iatidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan bagi banyak orang. Karena pada awalnya ia berpikir, ia bisa memberikan makan kepada banyak tamu di hotel, masakan ia membiarkan orang-orangnya hidup dalam kelaparan di luar sana ? Ia ingin terus turun ke jalan-jalan dan memberikan makanan kepada mereka yang terlupakan, yang terabaikan, terlebih ia ingin memberikan kasih kepada mereka.
 
Memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi pekerja sosial seperti yang dilakukan oleh Krishnan bukan sesuatu yang mudah. Bahkan sulit sekali untuk di lakukan. Tetapi, Krishnan mengajak kita semua untuk mulai memberi dan rasakan kebahagiaan dengan memberi. Mulailah dari hal yang kecil. Dan mulailah dari lingkungan kita sendiri. Bukan hanya sekadar memberi makanan atau nominal uang, tetapi kasih dan perlakuan yang tulus yang Anda berikan, itu adalah yang terpenting dalam memberi. See and feel the joy of giving.

Krishnan berkata, "Food is one part. Love is another part. So, the food will give them physical nutrition. The love and affection which you show will give them mental nutrition."

sumber : disini

Minggu, 04 Maret 2012

40 Hari Menuju Kaya




Assalamu'alaikum wr wb.

Sebenarnya ini mau saya kirimkan pas mendapatkannya 20 hari yang lalu.. tapi sempat ragu juga apakah benar2 akan bisa berhasil atau tidak.

Akhirnya saya putuskan untuk mencobanya terlebih dahulu. Beberapa hari menjalankan, akhirnya hampir semua pengurus group Pencinta Sedekah menjalankan program ini.

Sungguh banyak hal-hal yang mengejutkan kami temui selama menjalankan program ini. Satu persatu masalah yang ada mulai ada jalan keluar.. satu persatu peluang dan tawaran bahkan rezeki yang tak pernah disangka-sangka menghampiri satu persatu pengurus yang menjalani Program ini bahkan di HARI PERTAMA.!!

Kami sering kumpul dan sharing sesama pengurus group, terkaget-kaget karena programnya betul2 berhasil diatas harapan kami.

Program ini sebenarnya kami dapatkan dari ustadz Yusuf Mansur. Berikut forward message beliau :

****

Riyadhah 40 Hari

"Sesiapa yang berjalan menuju Allah, Allah akan berlari menuju dia.
Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat kepadanya".

• Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
• Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dg qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sbg tanda kita dtg sebelom wktnya azan/pra-ontime).
• Jaga Waaqi'ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
• Jaga Shalat dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat.
• Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr.
• Jaga setiap hari membaca 300x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
• Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
• Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib).
• Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x).
• Tutup malam dg shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa di rakaat pertama, Qulhu di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari as Sajdah, Tabaarok, atau ar Rohmaan.

Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba'diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.

Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya. Amin.


(ust. Yusuf mansur)

Bagi anda yang serius ingin ikut menjalankan program ini, sebagai alat bantu check list amalannya, kami punya formnya yg bisa diprint. silahkan disini

Sumber : disini

---------------------------------------------------------------------
Dukungan dan Partisipasi Pembangunan Mushola Da'watul Islamiah
bisa dikirim melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7033118591 an. Iin Saein Bdn Mushola DI atau hubungi No Hp Ketua Panitia 0818-656-326 Bapak Iin Saein / Admin blog ini Gun Gun 0821-2483-5688.

Kamis, 01 Maret 2012

Mengatasi Hutang Sebesar Gunung

Dari Anas bin Maalik beliau bercerita bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Maukah engkau aku ajarkan dengan sesuatu yang jika dibaca, hutang sebesar gunung uhud bisa dibayarkan Allah SWT ?"

Apakah Anda sedang mengalami hal ini?

– Sedang berutang untuk membeli barang kebutuhan?
– Tidur tidak nyenyak karena dikejar hutang?
– Makan tidak nafsu karena selalu dibayangi hutang?
– Jadi raja utang?
– Sedang memegangi kepala karena hutang bertambah banyak?
– Merasa hutang sepertinya tidak akan pernah terlunasi?
– Dikejar kejar Debt Collector tiap hari tiap waktu?
– Sertifikat rumah tidak bisa ditebus bahkan sedang diambang lelang?
– Punya bisnis besar tapi hutang juga besar?
– Punya satu hutang dibayar dengan hutang lain?
– Tambah tua tambah berhutang?
– Handphone terpaksa dimatikan karena takut ditagih?
– Merasa enggan beraktivitas karena terlalu berat mikir hutang?

Mungkin EBook ini akan berguna berguna bagi Anda. Penasaran? Download dan dapatkan rahasianya. DISINI.

Selasa, 28 Februari 2012

Sedekah Ekstrem Balasan Ekstrem

Saat kita melakukan sedekah secara ekstrem maka balasan yang akan kita terima pasti secara ekstrem juga. Bahkan terkadang balasan itu tidak masuk akal datangnya. Kesimpulan saya ini berdasarkan beberapa artikel kisah nyata tentang sedekah di blog saya ini, sedekah nekat atau keajaiban sedekah dan berbagai pengalaman langsung yang saya rasakan.

Sedekah ekstrem adalah sedekah DENGAN HARTA TERBAIK dan dengan keyakinan yang tinggi akan janji yang langsung diberikan Allah dalam Alqur’an. Pelaku sedekah ekstrem sangat yakin berapa pun harta yang dikeluarkan pasti akan dibalas LANGSUNG oleh Allah, sesuai dengan janji Allah di Alqur’an; yaitu kelipatan 10 sampai ratusan kali lipat.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 267

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari Hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Ayat inilah yang ada hubungannya DENGAN SEDEKAH EKSTREM. Kita disuruh menyedekahkan harta kita yang terbaik. Kemudian kita juga dilarang memberikan sedekah kita dengan harta yang kita anggap remeh atau kita sendiri tidak membutuhkannya. Inilah dasar bagi para pelaku sedekah di artikel yang saya sebutkan di atas.

Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba anda baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di bagian bawah ini:

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah melipatgandakan pembayaran Kepadany dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, Dengan lipat ganda yang banyak bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki, jadi pasti ada dong yang tidak mendapatkan balasan :) Makanya kita perlu sedekah dengan ikhlas dan yakin akan janji Allah. Jangan setengah-setangah ya….. :)

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya ayo segera bersedekah….. :)

Alquran > Surah An Nisaa’> Ayat 114

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Nah ayat yang ini adalah untuk saya dan anda yang mau menebarkan semangat sedekah pada orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mau mengajak sedekah orang lain. Makanya, silahkan share-kan artikel ini pada siapa saja deh, bisa di Facebook, Twiter, atau blog anda.

Semoga dengan membaca artikel di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin…..

sumber : http://collection27.blogspot.com/2012/02/sedekah-ekstrem-balasan-ekstrem.html

Senin, 27 Februari 2012

Menyembuhkan Leukimia dengan Terapi Sedekah


Ketika putranya divonis leukemia oleh dokter, rasa tak percaya dan berjuta perasaan lainnya bercampur aduk dalam diri Diana Ekarini (36). Bagaimana tidak, buah hatinya Abiyyu Nurhakim Jusafardila masih berusia 9 tahun!

Kini selain melakukan kemoterapi, Diana pun ikut melakukan terapi sedekah, di mana ia menyedekahkan hartanya demi kesembuhan sang putra. Kisah Diana berjuang melawan leukemia yang diderita Abi, telah tertuang dalam sebuah buku. Ditemuihalohalo.co.id, Diana membeberkan kisahnya:


Diagnosis Awal Radang Selaput Sendi“Awalnya Abi anak yang sehat. Baru di tahun 2005, kakinya pernah bengkak-bengkak karena keseleo. Saat saya bawa ke dokter, katanya Abi kena Arthritis (radang selaput sendi),” tukas wanita asal Bandung ini. Sejak itulah, Abi diterapi dengan obat-obatan radang selaput sendi.

Meski tak pernah putus mengkonsumsi obat, namun pada November 2006 – tepatnya ketika mereka sekeluarga tengah berlebaran di kampung halaman suaminya di Jambi, sakit Abi kembali kambuh.

“Di Jambi, Abi akut lagi. Meski saya membawa obat-obatan dari Bandung, tapi kondisinya tetap saja turun,” kenang Diana yang beserta keluarganya berdomisili di Bandung. “Pas malam takbiran Abi bisa jalan, tapi wajahnya masih pucat,” tambahnya.

Khawatir dengan kondisi buah hatinya, mantan pramugari yang saat ini mengelola sebuah salon di Bandung ini pun memutuskan kembali ke Bandung. Mereka pun langsung berkonsultasi dengan dokter yang selama ini menangani penyakit Arthritis Abi.

Ketika diperiksa, ternyata lekosit (sel darah putih) Abi turun. Dokter juga menemukan adanya blast (sel darah putih jahat) dalam darah putih Abi. Saat itulah baru diketahui, bahwa putra semata wayangnya menderita leukemia.

“Anehnya, saya masih bisa berdiri tegar saat dokter mengatakannya. Padahal sebelum saya, ada ibu-ibu yang guling-guling karena shock dengan vonis penyakit anaknya. Saya hanya bertanya, ‘tapi ada obatnya kan Dok?’,” kata kelahiran 2 Januri 1972 ini.

Tapi ketika mendengar Abi harus melakukan kemoterapi, ketegaran Diana pun langsung lenyap. Di benaknya, kemoterapi pasti akan membuat buah hatinya menjadi botak dan kulitnya gosong.

“Ternyata rambut botak dan kulit gosong cuma efek paling ringannya kemo,” katanya pahit, walhasil Diana pun menolak buah hatinya menjalani kemo. Saat itu ia berpikir untuk menggunakan pengobatan alternatif.

“Tapi yang tidak bertentangan dengan agama, saya maunya yang menggunakan logika saja,” tambahnya lagi. Misalnya, bila kaki Abi bengkak-bengkak ya dipijat. “Atau alternatif lainnya, seperti terapi mengalirkan energi,” tukasnya.

Berburu Pengobatan Alternatif

Sebelumnya, Diana sempat menggunakan pengobatan alternatif yang mengandalkan obat-obatan suplemen di Sukabumi. Karena merasa cocok, maka ia sekeluarga pun memutuskan untuk serius mengobati buah hatinya di daerah itu.

“Awalnya cocok, tapi selang beberapa bulan, kondisi Abi kembali drop,” katanya. Sayangnya, ternyata sang terapisnya pun mengaku sudah memberikan suplemen yang terbaik untuk Abi.

“Ia bilang, mungkin jalan satu-satunya Abi harus di kemo,” kata Diana, kesal. Meski begitu, ia tetap kukuh menolak anaknya melakukan kemoterapi.

“Saya bilang waktu itu, ‘daripada kemo, mendingan uangnya buat sedekah‘” tukasnya. Tak dinyana, perkataan Diana itu membuat sang terapis terkejut. Ia lalu menganjurkannya mendatangi Ustad Yusuf Mansyur, untuk melakukan terapi sedekah.

Ternyata untuk bertemu Ustad Yusuf tidak mudah, apalagi saat itu beliau sedang naik daun dengan Wisata Hati-nya. Tapi Diana pun tak kenal menyerah, akhirnya, ia pun dapat bertemu dengan ustad muda tersebut di salah satu acaranya.

Di saat itulah, ia ceritakan masalahnya dan membuat daftar semua dosa-dosa yang pernah dibuatnya. “Berat juga sebetulnya mengingat itu semua, tapi itulah yang menjadi syarat saya dapat melakukan terapi di Wisata Hati,” ujarnya, mengenang.

Bersedekah Sambil Kemoterapi

Melalui Wisata Hati yang dilakukannya, Diana banyak mempelajari berbagai ketentuan dalam bersedekah, salah satunya dengan melakukan ijab kabul. Bahkan saat itu juga, semua uang yang ia punya disedekahkan. “Hanya disisakan untuk bayar tol pulang saja,” akunya.

Ketika itu, uang satu juta rupiah yang ia miliki telah diikhlaskan untuk disedekahkan. Tapi selang tiga hari kemudian, ternyata Diana malah mendapatkan rejeki dari temannya yang tinggal di luar negeri.

“Jumlahnya cukup besar, kalau dirupiahkan bisa mendapat 10 juta-an,” tukasnya. Sejak itulah, tekad Diana untuk melakukan terapi sedekah semakin kuat. Sayangnya, ternyata kondisi Abi malah semakin memburuk. Sehingga Diana pun kembali ke dokter yang sama sebelumnya.

“Saat itu dokter sempat menyalahkan saya karena tidak mau menjalani kemoterapi,” jelasnya. “Dokter mengatakan, kalau saja sebulan yang lalu Abi melakukan kemoterapi pasti sekarang ia sudah bisa lari-larian.

”Tapi Diana tak berkecil hati, ia yakin mungkin inilah jalan yang harus ditempuh Abi. Meski buah hatinya tetap harus di kemo, namun ia puas telah berusaha semaksimal mungkin. Selain kemo, Diana tetap melanjutkan terapi sedekahnya.

“Saya dengan lapang hati mulai sering sedekah dan menambah keyakinan, sampai benar-benar meyakini bahwa kekuatan sedekah itu luar biasa,” paparnya lagi. Ketika kondisi Abi mulai membaik, ia melihat bahwa inilah keajaiban yang diberikan padanya.

Jika sedekah itu dilandasi dengan cinta dan keikhlasan, segala persoalan hidup yang membelit dan seolah tak bisa diurai, ternyata bisa terselesaikan. Karena sedekah membuka lebar-lebar pintu keberkahan Alloh. Alloh tak akan mengingkari janjinya untuk menolong mereka yang bersedekah, lillahi taala karena Alloh. Diana sudah membuktikannya, dan kini Abi, anaknya, tak perlu repot-repot kemoterapi. Rambutnya tak rontok kena sinar ultraviolet. Fisiknya pun sudah cukup kuat, dan tak lagi sakit saat disuntik.

Bahkan setelah Diana mengikhlaskan communicator-nya untuk disedekahkan, dokter mengatakan kalau dalam tubuh Abi sudah tidak ada blast sama sekali. Pengalaman Diana ini menarik Penerbit Mizan yang memintanya untuk menuliskan kisahnya dalam sebuah buku.

“Awalnya saya sempat menolak, karena Abi masih dalam proses penyembuhan. Tapi setelah saya berkonsultasi pada Ustad Yusuf Mansur, beliau bilang sebaiknya saya tulis dan diniatkan untuk ibadah.

”Ia berharap kisahnya menggunakan terapi sedekah dan cinta ini, dapat menginspirasi banyak orang. Terutama mengenai pengalamannya dalam mengobati Abi, melalui sedekah. Sehingga orang lain pun ikut merasakan keajaiban bersedekah.

Sumber : disini dan disini