Tampilkan postingan dengan label solusi dililit hutang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solusi dililit hutang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2013

Agar Disamperin Rejeki

Jika selama ini rejeki kita masih itu-itu saja, maka kita harus rajin bertanya. Apakah saya sudah Dhuha? Apakah saya sudah berbuat baik? Apakah saya sudah menelpon Ibu? Apakah saya sudah berbagi? dan seterusnya. Jika ada yang belum, maka segera tunaikan amal-amal tersebut. Apalagi, jika itu terkait hak Allah sebagai sesembahan kita atau hak sesama.
Insya Allah, setelah hal-hal tersebut dilaksanakan dengan baik, dan kembali berusaha sesuai upaya yang kita bisa, bi idznillah, rejeki kita akan bertambah..

Pernah, suatu ketika, saya perbanyak istighfar di tengah malam. Karena memang belum bisa tidur. Alhasil, ketika niat itu dilakukan dengan sempurna, tepat setelah selesai dan saya beranjak untuk tidur, hand phone saya berdering. Isinya, orang pesan buku. Jika kita mau main logika, mana mungkin rejeki diantarkan ketika malam telah menyelimuti? Bahkan orang yang akan diberi rejeki itu hendak memejamkan mata?

Pernah juga, pagi buta, ada pesan singkat yang masuk. Itu malamnya biasa, ada ritual. Hehehe. Belum juga genap jam tujuh pagi, ada sms. bahwa dia sudah selesai melakukan transfer pembayaran. Lagi, jika mau pakai logika, mana ada rejeki datang ketika orangnya baru mau beranjak ke kamar mandi untuk berangkat kerja?

Pernah juga, dalam tiga hari, rekening dibanjiri transferan. Hari pertama, sekitar 10 uang masuk untuk pembelian buku, hari kedua hanya dua orang tapi nilainya sekitar 1,2 juta, hari ketiga nilainya 700-an ribu. Jika mau pakai logika, mana ada karyawan dengan transaksi rekening senilai itu?

Lagi-lagi saya tersadar. Allah itu Maha Kaya. Yang penting kita ibadah. Lalu usaha. Sudah. Selesai. Allah gak ngantuk, kok. Allah juga tidak tidur. Mana mungkin Allah salah mengantarkan rejeki? Gak mungkin, kan?!

Satu hal yang perlu diingat, bisa jadi, rejeki yang diberikan ke rekening kita itu adalah titipan untuk istri kita, anak kita, adik kita, kakak kita, ataupun ibu dan bapak kita. Bagi lajang, bisa jadi itu titipan untuk calon istri atau suami kita.

Akhirnya, jangan berharap dibanjiri rejeki atau dihujani karunia, jika ibadah kita saja bolong-bolong. Lima waktu di injury time, subuh keduluan sama ayam, Dhuha ogah-ogahan. Jikapun dilaksanakan hanya formalitas, tidak ada ruhnya. Baca al-Qur'an semau gue, kadang baca tapi lebih sering gak baca, malah gak nyentuh mushaf sama sekali.

Apalagi tahajud? Enakan nonton bola atau begadang lihat film-film luar negeri yang keren abis. Ditambahlah dengan silaturahim. Gak pernah sama sekali, malah lebih asyik berinteraksi dengan dunia maya. Gak pernah ketemu orang, menyapa sesama, menyalami hangat dan bertanya aneka rupa kegiatan.

Maka sejatinya, urusan rejeki sangat erat kaitannya dengan dua hal. Pertama, sejauh mana kedekatan kita dengan Sang Maha Pemberi Rejeki. Kedua, sejauh mana kebermanfaatan kita untuk orang lain.

Rejeki, bukan hanya uang. Jika ia berbentuk uang, maka parameternya bukan pada seberapa banyak kita mengumpulkan uang, tapi pada seberapa banyak yang kita manfaatkan untuk kepentingan sesama. Baik keluarga dekat, jauh, atau mereka yang membutuhkan, atau mereka yang memang punya hak atas rejeki yang dititipkan kepada kita. []


sumber :disini

Selasa, 01 Oktober 2013

Untuk yang Sedang Galau Dililit Hutang

Percakapan antara seorang Entrepreneur yg sedang galau dengan Gus Tanto Abdurrahman, semoga bisa menjadi bahan renungan kita semua…..

T : Gus.. saya pusing… masalah saya begitu banyak… orang orang sudah tidak percaya lagi sama saya… hutang banyak… istri minta cerai anak sudah tidak lagi menghargai saya… saya malu gus… saya harus bagaimana… saya ingin lari saja.. menenangkan diri dimana sebaiknya..

Gus Tanto : he he he…. hal begini saya pernah alami, saya tau persis gimana rasanya… dulupun sempat terpikir utk lari… sampai akhirnya, Allah memberikan hidayah dan maunahnya….
Saya anggap semua peristiwa buruk yang menimpa saya adalah proses pembersihan dari dosa dosa saya… yaa banyaklah… dosa riba,dan masih banyak lagi dosa lain…

Awalnya saya coba ikhtiar lalu pasrah… hasilnya… ??? gak selesai juga..

akhirnya tak balik…. pasrah total… aktifitas yg “ngemis” bantuan kemanusia yg sering kita sebut ikhtiar salah kaprah itu tidak lagi saya lakukan…

Saya gak lagi… konsultasi sana sini, saya hanya mepet Ulama yg membimbing saya… mulut saya kunci utk mengeluh sama manusia, saya kumpulkan “keluhan-keluhan” itu tiap hari lalu setelah tahajut saya tumpahkan keluhan saya ke Allah…

Saya gak lagi, mikir strategi bisnis… saya gak lagi belajar mengelak dan lari bahkan mengakali tanggung-jawab saya dgn berbagai trik dan jurus atau apapun itu namanya… krn memang hutang WAJIB dibayar…

Saya gak lagi, mengandalkan tenaga saya utk mencari solusi kesana kesini yg juga saya sebut namanya ikhtiar… karena memang itupun hanya akan saya jadikan alasan utk menjawab sang penagih hutang…

Akhirnya…. saya pasrah… pasrah total…

Saya mepeeettt ke Allah… 5 waktu jamaah.. dhuha gak pernah putus…
Sholat malem selalu saya pake buat curhat ke Allah… saya bayakin deres Qur’an… ternyata ini yg sebenarnya disebut ikhtiar…

Setelah hal ini saya lakukan ISTIQOMAH… solusi datang…. jalan selalu muncul… peluang datang dengan sendirinya…

Dan tidak perlu extra capek utk mengeksekusi akan berbuah hasil yg secara nalar jika kerja dengan fisik dan otak dalam waktu sesingkat itu tdk mungkin dapat hasil yg sebesar itu…

Akhirnya… ikhtiar saya ke langit… bukan lagi mengandalkan otak dan logika… karena memang rizky itu hal ghaib… tdk akan pernah bisa di raba dengan yg serba indra… hanya dengan kejernihan dan ketenangan hati saja…

AKHIRNYA aktifitas fisik kerja yg saya lakukan saya niatkan bukan lagi untuk hasil, tapi dalam rangka mensyukuri nikmat sdh diberi anggota badan yg lengkap, dan saya niatkan “SETOR” keringat ke Allah…

terserah Allah setoran keringat saya mau “dihargai” dgn bentuk rizky seperti apa…

KUNCINYA…
Jangan pernah ngelawan takdir Allah…
Kondisi apapun saat ini yakinkan bahwa itu adalah kondisi terbaik buat kita menurut Allah…
Gak ada kata TAPI dalam menjalankan takdir Allah… mau enak ayooo… mau menderita ayooo…. mau banyak masalah ayooo…. Apapun kondisinya jangan pernah ada perlawanan terhadap takdir Allah…

T: kog gitu gus…Tapi gus masalah saya… hutang saya… istri saya…

Gus anto: Yah emang gitu, emang kalo banyak masalah kenapa, emang klo banyak utang kenapa… , emang kalo istri minta cerai kenapa.. emang kalau anak gak lagi percaya kenapa… ya biarin aja.. lha wong itu kehendak Allah… bukankah smua hal dimuka bumi in terjadi atas kehendak dan izin Allah… ya sudah di adepin… anteeeeeeeeeeeeeeeeeeeng…. diadepin jangan lari…

Saya: tapi gus…
Gus Tanto: stttttttttttttttt……… sudah… gak usah nglawan takdir Allah….
Dijalanin saja, gak usah protes… itu cara Allah memuliaknmu jika memang Allah satu satunya tujuanmu…

Saya: Subhanallah…. iya gus iya…
Gus Tanto: Subhanallah saja belum cukup…. klo hati sudah bisa ngomong terucap lewat mulut, karena paham betul bahwa takdir Allah sedang berjalan…
Harusnya yang terucap:

Alhamdulillah… Akhirnya saya ngrasain juga punya utang banyak… resikonya paling di omelin deptcolector, dan setau saya gak ada cerita di omelin deptcolektor trus mati gitu gak ada cerita…

Alhamdulillah… Akhirnya saya ngrasain juga di hinakan orang… jadi begini rasanya dihina orang… gini rasanya gak punya harga diri… Alhamdulillah Yah…

Alhamdulillah… akhirnya ngrasain digugat cerai ama istri… yah sudah apa adanya kita sampaikan klo tidak bisa menerima kondisi kita yah sudah, mau cerai sekarang mau nanti sama saja… krn pada dasarnya istrinya tdk mau menerima kondisi kesusahan,…

Saya: Tapi gus… beraaaaaaaaatt

Gus Tanto: stttttttttttt jangan nglawan takdir Allah… saya gak pernah bilang kalau ini ringan… memang mendekatkan diri dan berjuang menjadi kekasih Allah itu bukan hal yg mudah… perlu perjuangan, perlu pengorbanan… dan yang paling berat adalah MENGORBANKAN SMUA HAL YG BERHUBUNGAN DENGAN NAFSU DAN KEINGINAN KITA… jadi ah sudah lahhhh…… itu pilihan… , mau dengan cara ini silahkan kalau ada cara lain menyelesaikan masalahmu dengan tuntas selain ke Allah, nanti tlg kasih tau saya… saya ingin tau juga….

Gus Tanto (Tanto Abdurrahman)
*Gus Tanto (Tanto Abdurrahman) adalah seorang entrepreneur, Ustadz, pembimbing Spiritual, bertempat tinggal di Jogja.


Silahkan ke FB : Gus Tanto (Tanto Abdurrahman)




Sumber : http://kampungwirausaha.com